Berita Tapin

Sarang Burung Walet di Bungur Tapin Ternyata Dua Kali Dicuri

Sarang walet di Jalan Kesumagiri ternyata telah dua kali menjadi sasaran aksi pencuri sarang walet

Sarang Burung Walet di Bungur Tapin Ternyata Dua Kali Dicuri
mukhtar wahid
Seorang pengendara melintas di bangunan sarang burung walet yang didatangi empat pelaku pencurian di Jalan Kesumagiri, Desa Bungur, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Selasa (3/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Bangunan sarang burung walet di Jalan Kesumagiri RT 002 RW 001 Desa Bungur, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), ternyata dua kali kecurian.

Itu dikatakan pengelola bangunan sarang walet, Sanzur, anak pemilik bangunan sarang walet, Tan Djiag Tang, warga Medan dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Selasa (3/9/2019).

Menurut Sanzur, peristiwa pencurian pertama itu sekitar 2016 lalu, pelaku membobol pintu depan bangunan sarang walet.

Sanzur mengaku pasca pencurian itu memasang kamera pengintai di seluruh sudut bangunan yang dimonitor melalui aplikasi ponselnya.

Baca: Heli Patroli Pabrikan Amerika Pemantau Karhutla ini Dipuji Tim staf Ahli Perda Karhutla DPRD kalsel

Baca: Dugaan Elza Syarief Bahwa Nikita Mirzani Miliki Bekingan Akan Adukan ke Kapolri

Baca: Kisah Pilu Merry di Madura Setelah Tinggalkan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Baca: Penyebab Mulan Jameela Tak Lolos Jadi DPR RI Seperti Krisdayanti Desy Ratnasari dan Eko Patrio

Informasi aksi pencurian itu dilaporkan Sanzur kepada penunggu sarang burung walet miliknya untuk memastikan kondisi bangunan sarang walet di Desa Bungur.

Peristiwa itu dibenarkan warga sekitar yang mengatakan pelaku yang mencuri pada 2016 lalu itu bahkan sempat mengikat penjaga sarang burung walet itu hingga tidak terungkap.

Menurut warga pemilik sarang burung walet itu warga keturunan tionghoa dan paling pertama membangun sarang burung walet dengan tinggi 16 meter lebar 25 meter persegi.

"Alhamdulillah pencurian kedua ini terungkap pelaku. Mungkin pemilik sarang burung walet itu membuat syarat agar malingnya tertangkap," katanya.

Kepala Desa Bungur, Sarmuji mengaku ada 15 unit bangunan sarang burung walet di wilayah yang dipimpinnya.

Satu rupiah pun, dirinya dan Pemerintah Desa Bungur tak mencicipi uang hasil penjualan sarang burung walet.

"Justru ketika terjadi kasus pencurian sarang burung walet kepala desa yang dipanggil polisi dan ditanyai wartawan. Saya pulang dari lokasi peristiwa pukul 02.00 Wita.

Awalnya lima orang yang diamankan polisi, ternyata empat orang pelakunya, satunya, bukan pelaku, warga Kecamatan Tapin Utara membawa senjata tajam saat proses pengepungan pencuri sarang burung walet," katanya.

Baca: Lakukan Pengawasan Bongkar Muat di Pelabuhan, Ini Tujuan Polsek KPL Banjarmasin

Baca: Mengalah Syahrini pada Sosok ini yang Berani Suapi Reino Barack Buat Incess Bergeser

Baca: Baznas HSU Gelar Tasmiyah Massal Anak dari Program Ibu Hamil Sehat

Kedepan, Sarmuji akan melakukan musyawarah desa membikin peraturan desa agar pengusaha penangkaran sarang burung walet berpartisipasi dalam membangun wilayah Desa.

"Kalau ada peraturan desa, maka aparatur pemerintah desa melakukan pengawasan dan monitoring usaha sarang burung walet dari pelaku kejahatan bersama aparat keamanan karena desa mendapat masukan dari keuntungan bisnis sarang burung walet," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved