Ekonomi dan Bisnis

Selama Musim Kemarau, Produksi Tanaman Hidroponik di Atas Rooftop Dihentikan Sementara

Kendati tidak terpengaruh musim apapun, ternyata tanaman hidroponik juga memiliki adaptasi terhadap cuaca dan lingkungan.

Selama Musim Kemarau, Produksi Tanaman Hidroponik di Atas Rooftop Dihentikan Sementara
. Istimewa/Asriansyah.
Budidaya tanaman hidroponik di Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kendati tidak terpengaruh musim apapun, ternyata tanaman hidroponik juga memiliki adaptasi terhadap cuaca dan lingkungan.

Pengusaha tanaman hidroponik asal Banjarbaru, Asriansyah menuturkan, saat ini ada dua metode penanaman yang dilakukannya salah satunya harus berhenti produksi selama musim kemarau.

"Musim kemarau seperti sekarang, metode produksi di atas rooftop distop sementara lantaran masih dalam tahap perbaikan yang disesuaikan dengan cuaca dan iklim," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (3/9/2019).

Diakuinya, perbaikan tersebut dilakukan karena sebelumnya disesuaikan dengan musim hujan.

Sedangkan yang di bagian bawah atau atas tanah tetap di produksi.

Baca: Penampakan Mantan Kekasih Marshanda, Egi John yang Mantap Hijrah Lakoni Profesi Baru

Baca: Kejadian Aneh di Konser Ifan Seventeen Diungkap ke Ria Ricis, Ribuan Makhluk Halus Jadi Penonton

Baca: Video Viral Selera Makan Boy William Terganggu Saat Barbie Kumalasari Menyanyi, Istri Galih Bereaksi

Baca: Keanehan Lain Saat Syahrini Diusir Saat Nonton Aladdin, Istri Reino Barack Ternyata Kenakan Ini

Jenis sayuran yang dikembangkan Asri saat ini fokus pada jenis selada.

Hal ini diakuinya terkendala keterbatasan lahan atau lubang tanam.

"Selada tersebut dijual kisaran harga Rp 35.000-40.000 per kg. Pembeli rata-rata dari pengusaha kuliner," ucapnya.

Dari bisnis ini, Asri mendapatkan omzet sebesar Rp 6-7 juta per bulan dari hasil kebun, sedangkan dari perlengkapan hidroponik meraup omzet Rp 10-15 juta.

Selama berbisnis hidroponik sejak 2017 lalu, bukan tanpa hambatan.

Diakuinya sejak awal berbisnis memiliki kendala di pemasaran, namun saat ini dia memanfaatkan media sosial.
Selain itu, awal mula merintis sangat sulit mendapatkan bahan baku.

"Musim kemarau atau iklim yang ekstrim seperti sekarang ini juga mempengaruhi hasil produksi. Untuk skala produksi harus ada perlakuan khusus," imbuhnya.

Selain budidaya sayur, Asri juga berbagi ilmu hidroponik melalui pelatihan dan sekarang sudah ada tiga angkatan.

Ada pula jasa pembuatan instalasi dan green house, serta perlengkapan hidroponik.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved