Lifestyle

7 Fakta Baru, Mengapa Makan Fast Food Bisa Memicu Depresi pada Remaja

Studi baru UAB, Salah satu penyebab meningkatnya depresi di kalangan remaja AS mungkin karena tingginya konsumsi makanan fast food atau cepat saji

7 Fakta Baru, Mengapa Makan Fast Food Bisa Memicu Depresi pada Remaja
SHUTTERSTOCK
ilustrasi 

Studi baru dari Universitas Alabama di Birmingham (UAB), kebiasaan yang bisa jadi salah satu penyebab meningkatnya depresi di kalangan remaja AS

BANJARMASINPOST.CO.ID - Fast Food atau makanan cepat saji menjadi salah satu jenis makanan yang paling banyak dikonsumsi orang, termasuk di Indonesia.

Bila terlalu berlebihan mengonsumsi fast food dapat mengganggu kesehatan, bahkan studi terbaru makanan siap saja jadi penyebab meningkatnya depresi di kalangan remaja AS.

Tingginya kadar natrium dan rendahnya kadar kalium dalam makanan tidak - sehat yang biasa ditemukan di restoran cepat saji kemungkinan ada kaitannya dengan depresi remaja di Amerika Serikat.

Hasil Studi Baru Universitas Alabama (UAB) :

1. Para peneliti dari Universitas Alabama menganalisis urine dari sekelompok siswa sekolah menengah dan menemukan kadar natrium yang tinggi dan kadar kalium yang rendah.

2. Peneliti juga mengamati tanda-tanda depresi pada kelompok ini, serta pada orangtua dari anak-anak ini.

3. Para peneliti menguji lagi kelompok yang sama ini 1-1.5 tahun kemudian dan menemukan lebih banyak tanda-tanda depresi.

4. Para peneliti menyimpulkan, tingginya natrium menunjukkan tingginya konsumsi makanan olahan dan camilan tidak sehat.

5. Studi ini juga menemukan, kadar natrium dan kalium yang tinggi pada urine memprediksi lebih banyak tanda-tanda depresi pada satu dan satu setengah tahun kemudian.

Halaman
1234
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved