Berita Kalteng

Hari Primata Internasional, 8 Orangutan Dilepas, 138 Orangutan Rehabilitasi BOSF Huni Hutan Katingan

Upaya tersebut juga dilakukan oleh Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundations (BOSF) Nyarumenteng Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Hari Primata Internasional, 8 Orangutan Dilepas, 138 Orangutan Rehabilitasi BOSF Huni Hutan Katingan
Istimewa/Yayasan BOSF
Sebanyak delapan orangutan hasil rehabilitasi BOSF dilepasliarkan di Hutan Katingan seiring peringaran Hari Primata Internasional. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KATINGAN - Upaya pelestarian orangutan terus dilakukan oleh sejumlah lembaga di Kalimantan Tengah, dengan cara menampung orangutan yang tersesat ke permukiman atau kebun warga, untuk dilakukan rehabilitasi kemudian dilepasliarkan ke habitatnya.

Upaya tersebut juga dilakukan oleh Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundations (BOSF) Nyarumenteng Palangkaraya, Kalimantan Tengah. BOSF terus melakukan rehabilitasi terhadap orangutan yang sempat tersesat ke permukiman penduduk, masuk ke kebun warga dampak kebakaran hutan atau lahan yang menjadi jinak karena dipelihara warga atau orangutan yang sempat diselundupkan keluar negeri kemudian disita.

Informasi dari Yayasan BOSF , hingga, Rabu (4/9/2019) sudah sebanyak 138 orangutan hasil rehabilitasi yang dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Bersamaan dengan Hari Primata Internasional, Selasa kemarin, sebanyak delapan orangutan kembali hidup bebas di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

Baca: Terganggu Asap dan Kelaparan Orangutan Raksasa Ini Masuk Kebun Warga Bagendang Sampit

Pelepasliaran ini adalah hasil kerja sama Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survival Foundation), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), dan USAID Lestari.Pelepasliaran kedelapan orangutan ini menambah populasi orangutan hasil pelepasliaran di wilayah taman nasional tersebut menjadi 136 individu.

Ceo BOSF Kalteng, Jamartin Sihite, mengatakan, pihaknya menghadapi masalah cukup berat dalam proses tersebut, karena jumlah orangutan di pusat rehabilitasi yang siap dilepasliarkan terus bertambah sepanjang hari yang mendorong mereka melaksanakan kegiatan pelepasliaran cukup banyak.

Namun di sisi lain, tiga situs pelepasliaran yang di kelola oleh BOSF mendekati daya tampung yang sudah maksimal, sehingga, pihaknya mencari hutan yang memenuhi syarat untuk pelepasliaran orangutan hasil rehabilitasi tersebut. "Demi menampung mereka yang telah menyelesaikan proses rehabilitasi," ujarnya.

Baca: Enam Orangutan Hasil Rehabilitasi Yayasan BOS Dilepasliarkan ke Hutan Katingan Kalteng

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah,
Adib Gunawan, mengatakan, pihaknya juga akan terus berupaya melindungi dan melestarikan orangutan sesuai dengan undang-undang."Kita semua wajib menjaga dan lestarikan orangutan di habitatnya," ujarnya.

Kerjasama antar pihak, BKSDA Kalimantan Tengah bersama semua pemangku kepentingan seperti Yayasan BOS, Balai TNBBBR, Usaid Lestari, pelaku bisnis, dan pemerintah daerah, telah berhasil merehabilitasi ratusan orangutan dan melepasliarkan mereka kembali ke hutan alami. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved