Berita Batola

Jembatan Kayu di Jejangkit Batola Kondisinya Berantakan, Camat Minta Warga Berhati-hati

Camat Jejangkit, Kabupaten Batola Mujiburahmman minta agar warga RT di RT 03 dan RT 04 Desa Jejangkit Timur berhati-hati karena kondisi jembatan kayu

Jembatan Kayu di Jejangkit Batola Kondisinya Berantakan, Camat Minta Warga Berhati-hati
Kepala Desa Jejangkit Timur
Jembatan kayu satu-satunya menuju Desa Jejangkit Timur di RT di RT 03 dan Rt 04, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Batola hancur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Camat Jejangkit, Kabupaten Batola Mujiburahmman minta agar warga RT di RT 03 dan RT 04 Desa Jejangkit Timur berhati-hati karena kondisi jembatan kayu satu-satunya menuju Desa Jejangkit Timur di RT di RT 03 dan RT 04, sangat memprihatinkan memprihatinkan.

“Ya harapan kita warga berhati-hati melewati jembatan itu. Daripada terperosok. Baik anak sekolah, petani, PNS dan tamu yang datang ke Jejangkit kita minta hati-hati,” harap Mujib, Selasa (4/9/19).

Mujib menyatakan kerusakan jembatan di Desa Jejangkit Timur di RT di RT 03 dan Rt 04, sudah masuk prioritas musyawarah pembangunan (musrembang) tingkat kecamatan belum lama ini.

Baca: Jemaah Haji Keloter 11 Persiapan Pulang ke Palangkaraya Menggunakan Bus, Jemaah Diminta Jaga Ini

Baca: Sifat Buruk Nagita Slavina Diadukan ke Rieta Amilia, Nada Bicara Raffi Ahmad Meninggi Soal Rafathar?

Baca: 3D Entertainment Cafe Ditutup Hingga Izinnya Keluar, Ini Penjelasan Satpol PP Banjarbaru

“Iya sudah kita usulkan perbaikan jembatan kayu itu di musrembang kecamatan dan akan dikerjakan perbaikannya pada 2020 mendatang oleh Dinas PUPR. Saya berharap agar Kades Jejangkit Timur bersama masyarakat bisa melakukan perbaikan skala desa sementara terhadap jembatan tersebut sehingga bisa dilewati dengan aman,” katanya.

Kepala Desa (Kades) Jejangkit Timur, Muamar, juga mengeluhkan kondisi jembatan kayu satu-satunya menuju Desa Jejangkit Timur di RT di RT 03 dan Rt 04, hancur. Jembatan

yang dibuat 1993 silam sampai sekarang tidak pernah ada perbaikan dari Pemkab Batola.

“Jalan desa itu asetnya milik kabupaten Batola. Demikian pula dengan jembatan kayu yang rusak tersebut. Kalau dari dana desa bisa dianggarkan, dari dulu kita anggarkan. Kan tidak boleh pakai dana desa untuk memperbaiki jembatan rusak,” katanya.

Dijelaskannya, kondisi jembatan kayu di RT 03 dan 04 tersebut sangat membahayakan, terutama anak-anak sekolah. Setiap hari minimal ada 80 siswa SDN Jejangkit Timur yang melewati jembatan tersebut.
“Belum lagi ratusan siswa SMPN dan SMAN di Jejangkit Pasar juga melewati jembatan kayu yang rusak tersebut,” katanya. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved