Berita Banjarmasin

NEWSVIDEO Uniknya Gasing dan Daku Khas Kalsel, Bikin Sendiri & Diperkenalkan pada Anak

Muhammad Suriani mengambil Kayu Ketapang yang sudah dibelah dua dengan ukuran sekitar satu meter.

BANJARMASINPOST.CO.ID ,BANJARMASIN - Muhammad Suriani mengambil Kayu Ketapang yang sudah dibelah dua dengan ukuran sekitar satu meter. Ketua Yayasan Bina Banua Pendamai Banjarmasin ini kemudian mengambil penggaris, membikin pola garis lurus di tengah.

Selanjutnya, Suriani membikin pola lubang dakuan memanfaatkan bekas gelas air mineral. Ada sebanyak tujuh pasang pola lingkaran berjajar, serta satu pola lingkaran lebih besar pada tiap ujung papan daku.

Pekerjaan kemudian dilanjutkan asistennya, Rahmadi yang melubangi pola menggunakan pahat kayu. Lalu dia meratakan permukaan lubang menggunakan bor, dan supaya lebih licin lagi, Rahmadi mengampalasnya. Permukaan dedakuan kemudian digerinda oleh Taufik–asisten Suriani lainnya, supaya makin licin.

Kegiatan membuat alat permainan dakuan ini memang dilakukan secara bersama antara Suriani dan para asistennya. Selain dakuan, mereka juga sering membuat alat permainan tradisional lainnya, seperti gasing, logo, bakiak dan enggrang.

Baca: BREAKING NEWS - Gempa Bumi Guncang Kendari dan Manado, Rabu (4/9/2019) Malam, Warga Rasakan Getaran

Baca: Nasib ART Via Vallen Pasca Ketahuan Gunakan Pakaian Dalam Penyanyi Kesayangan Rhoma Irama Terungkap

Baca: Perbandingan Cara Ahmad Dhani & Maia Estianty Saat Ultah Al Ghazali, Suami Mulan Jameela Lakukan Ini


Di tengah perkembangan tekonologi digital, permainan tradisional memang seolah mati suri. Anak-anak zaman sekarang lebih akrab dengan games-games virtual yang dimainkan melalui gadget canggih seperti smartphone dan laptop.

Namun, di tengah kemajuan zaman, ternyata masih ada orang yang peduli dan melestarikan permainan tradisional. Seperti dilakukan Suriani dan rekan-rekannya, termasuk istrinya Siti Nursiah.

Mereka adalah warga Gang Pendamai, Teluk Tiram, Banjarmasin, yang aktif dalam pelestarian permainan tradisional melalui Yayasan Bina Banua Pendamai Banjarmasin.

Berbagai permainan tradisional masih setia dilestarikan sejak beberapa tahun terakhir. Mereka bahkan membuat sendiri alat permainannya untuk diperkenalkan kepada anak-anak se-antero Banjarmasin.

Permainan tradisional memang sarat dengan pengajaran dan nilai-nilai budi pekerti yang sangat baik untuk anak. Melalui permainan ini, anak-anak secara tak langsung diajarkan filosofi hidup.

Permainan tradisional juga menanamkan kebersamaan, kejujuran, sportivitas, kompetitif, keindahan, edukasi dan lain-lainnya. Baik Suriani maupun Nursiah berharap, pemerintah ikut membantu mengangkat kembali permainan tradisional supaya tidak punah. (Banjarmasinpost.co.id/Saiful Anwar)

Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved