Berita Banjarbaru

Penyakit Ispa di Banjarbaru Terjadi Peningkatan, Terungkap Asap Kebakaran Lahan Jadi Pemicunya

Saat malam hari di wilayah Kota Banjarbaru mulai terasa udaranya kurang sehat. Bau asap kebakaran cukup terasa saat berkendara di malam hari.

Penyakit Ispa di Banjarbaru Terjadi Peningkatan, Terungkap Asap Kebakaran Lahan Jadi Pemicunya
Dari Satgas Karhutla BPBD Kalsel untuk BPost
Kebakaran lahan di Kalsel semakin parah. Hari ini saja, terekam sebanyak 166 hotspot 

BANJARMASINPOST.CO ID, BANJARBARU - Saat malam hari di wilayah Kota Banjarbaru mulai terasa udaranya kurang sehat. Bau asap kebakaran cukup terasa saat berkendara di malam hari.

Beberapa waktu lalu, kabut asap sempat menyelimuti Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, meski kabutnya tipis. Asap tipis itu, diduga akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Tidak hanya itu, adanya kabut asap juga memicu terjadinya gangguan pernapasan, khususnya saat keluar malam.

Bahkan, kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di wilayah Kota Banjarbaru terus meningkat. Tercatat dari data Dinas Kesehatan Banjarbaru, pada lima bulan terakhir pada 2019 ini bahkan datanya cukup meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Baca: Gaya Hidup Veronica Tan Berubah Pasca Ahok BTP Nikahi Puput Nastiti Devi? Selalu Umbar Senyum

Baca: Beberapa Menit Dilantik Anggota DPRD Kabupaten Banjar Digoyang Demo, Inilah Lima Tuntutan Aktivis

Baca: Gaya Hidup Veronica Tan Berubah Pasca Ahok BTP Nikahi Puput Nastiti Devi? Selalu Umbar Senyum

"Memang sempat ada kabut tipis di wilayah Landasan Ulin dan Liang Anggang dalam beberapa hari terakhir ini. Bau asap cukup terasa saat malam hari," kata Fadil, warga Landasan Ulin, Rabu, (4/9).

Meski begitu, kondisi kabut tipis tidak menggangu aktivitasnya. Hanya saja bau asap saat malam terkadang terciup dan membuat pernapasan cukup terganggu.

Kabid P2P (Pencegahan & Pengendalian Penyakit) Dinkes Banjarbaru, Hairul Fahmi mengatakan untuk kasus ISPA dibedakan dua kategori yakni dari usia bawah lima tahun (Balita? serta di atas usia lima tahun.

Disebutkan Fahmi, pada 2019 ini sejak Januari hingga Juli terdata kasus ISPA di Banjarbaru totalnya mencapai 26.664.

Dari total ISPA ini, di bawah lima tahun totalnya mencapai 8314. Sedangkan untuk usia di atas lima tahun mencapai 18.350 kasus.

"Ada cenderung peningkatan dari tahun 2018, sebab di tahun 2018 itu totalnya 23.177 kasus. Untuk data kasus balita ada di 7886 dan di atas lima tahun 15291 kasus," ujarnya lagi.

Halaman
12
Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved