Berita Kabupaten Banjar

Tangani Limbah Pabrik di Indrasari yang Resahkan Warga, Begini Penjelasan DLH Kabupaten Banjar

Limbah pabrik pengolahan bahan pangan basah berbahan kedelai di Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel)

Tangani Limbah Pabrik di Indrasari yang Resahkan Warga, Begini Penjelasan DLH Kabupaten Banjar
banjarmasinpost.co.id/idda royani
Limbah pabrik pengolahan bahan pangan basah berbahan kedelai di Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Limbah pabrik pengolahan bahan pangan basah berbahan kedelai di Indrasari, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), disikapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjar.

Kepala Seksi Pengaduan dan Sengketa Lingkungan DLH Kabupaten Banjar, Yanuarsa mengakui pihaknya pernah menerima laporan dari warga yang mengeluhkan aroma tak sedap dari limbah pabrik di kawasan Jalan Candra Kirana tersebut.

Hasil pemantauan atau pengecekan ke pabrik tersebut, jelasnya, memang ada beberapa hal yang belum dilengkapi oleh manajemen pabrik itu. Akibatnya aroma tak sedap masih muncul dan dikeluhkan warga.

Baca: BREAKING NEWS : Bocah 8 Tahun Tewas Dilindas Truk Saat Bersepeda di Jalan di Kotabaru

Baca: 31 Rumah di Balangan Dibedah, Bupati Balangan Langsung Saksikan Renovasi Rumah Pertama

Ia mengatakan pihaknya memang mesti memberi arahan teknis agar limbah dapat ditangani secara baik. Pemilik usaha selama ini juga koperatif mengikuti arahan dari DLH Banjar.

"Namun hingga hari ini alasan mereka masih menunggu mikroba yang nantinya dimasukan ke penampungan limbah sehingga bau yang ditimbulkan bisa berkurang,” sebut Yanuarsa kepada wartawan, Rabu (04/09/2019).

Pejabat eselon III ini mengatakan pihaknya telah menyurati manajemen pabrik tersebut agar penanganan limbah tak terlalu lama. "Aroma tak sedap dari limbah itu memang mengganggu dan kami harapkan dalam minggu ini sudah harus ada solusinya,” tegasnya.

Lebih lanjut mengenai perizinan pabrik tersebut, Yanuarsa mengatakan hingga sekarang pihak pabrik belum mengantongi izin lingkungan. "Sementara ini kami bina dulu, namun pembinaan tentu ada batasnya,” pungkasnya.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved