Berita Batola

WARGA GEGER, Tiba-tiba Api Membesar di Tamban Raya Batola, Tujuh Rumah Terbakar

Warga Desa Tamban Raya RT 2 Kilometer 12,5 di Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Batola geger, Rabu (4/9/19) sore.

WARGA GEGER, Tiba-tiba Api Membesar di Tamban Raya Batola, Tujuh Rumah Terbakar
Relawan Gabung Batola
Kebakaran di belakang los Pasar Jumat di Desa Tamban Raya, Km 12,5 Kecamatan Mekar Sari, Kabupaten Batola, Rabu (4/9/19) pukul 15.40 Wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Warga Desa Tamban Raya RT 2 Kilometer 12,5 di Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Batola geger, Rabu (4/9/19) sore.

Api tiba-tiba mengamuk di belakang los Pasar Jumat Desa Tamban Raya, Kecamatan Mekar Sari, Kabupaten Batola, Rabu (04/09/19) pukul 15.40 Wita.

Warga RT 02 pun berhamburan keluar rumah panik bukan kepalang. Mereka ada yang berteriak minta tolong dan sebagian warga lari memgambil ember untuk mengambil air agar api segera bisa dipadamkan. Dalam hitungan menit, kebakaran itu merembet ke sejumlah rumah warga

Informasi terhimpun, api berasal dari salah satu rumah warga dengan cepat menyambar ke tujuh rumah lainnya.

Baca: BREAKING NEWS : Bocah 8 Tahun Tewas Dilindas Truk Saat Bersepeda di Jalan di Kotabaru

Baca: Jadwal MotoGP Italia 2019 Live Trans 7, Lorenzo Absen Melawan Valentino Rossi & Marquez Karena Ini

Baca: BREAKING NEWS : Kebakaran Gegerkan Desa Sungai Tabukan HSU, Rumah dan Musala Terbakar

Tak lama kemudian, sejumlah mobil barisan pemadam kebakarna meraung-raung ke lokasi kebakaran. Dengan sigap, para anggota BPK langsung menembakkan air ke tujuh rumah yang sedang membara.

Kobaran api yang semakin besar sulit dikendalikan tim gabungan pemadam kebakaran lantaran angin berhembus cukup kencang.

Camat Mekarsari Kabupaten Batola, Moch Azis, membenarkan kejadian yang membakar tujuh rumah warganya tersebut di RT 02. Rumah yang mengalami kerusakan 100 persen diantaranya milik Hj Siti Aminah, Muhammad Yani sebanyak adua rumah, Sumiati, Muhran, Maskanah dan Hj Hana. Sementara dengan lima warga lainnya, Hj Hana dan Maskanah tidak tinggal di rumah tersebut.

“Untuk satu rumah milik Kastalani terbakar separuh. Namun tetap saja rumah yang ditinggali bersama kedua anaknya tersebut tidak lagi bisa ditempati,” katanya.

Dipaparkan Aziz, kebakaran ini menyebabkan total 18 jiwa kehilangan tempat tinggal dan tiga jiwa di antaranya adalah lanjut usia dan 6 pelajar sekolah dasar. Sampai saat ini Polsek Mekarsarim masih menyelidiki penyebab kebakaran.

“ Diperkirakan kerugian akibat amukan kobaran api ini mencapai Rp300 juta,” kata Aziz.

Aziz menghimbau agar seluruh warga Desa Tamban Raya, Kecamatan Mekar Sari untuk selalu mewaspadai bahaya kebakaran. Sebelum meninggalkan rumah jangka panjang, cek dulu apakah listrik masih menyala.

“Siapa tahu juga ada lilin atau kompor gas masih menyala. Ini sangat membayakan,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved