Berita Kabupaten Banjar

BREAKING NEWS - Warga Perumahan di Martapura Gerebek 5 Muda-mudi, Ternyata Ini yang Terjadi

Aktivitas muda-mudi di sebuah rumah di kompleks perumahan di Kelurahan Sungaisipai, kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar

BREAKING NEWS - Warga Perumahan di Martapura Gerebek 5 Muda-mudi, Ternyata Ini yang Terjadi
Istimewa
Lima muda-mudi (kiri dan tengah) dibawa warga ke Polsek Martapura dan diminta membuat perjanjian tak mengulangi perbuatan, Kamis (5/9) dinihari. Aparat polsek dan aparat desa (kanan) mewejangi mereka. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Aktivitas muda-mudi di sebuah rumah di kompleks perumahan di Kelurahan Sungaisipai, kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar bikin geram warga sekitar. Kilmaksnya, Kamis (05/09/2019) dinihari pukul 02.30 Wita, warga setempat menggeruduk rumah tersebut.

Di rumah itu, warga mendapati lima muda-mudi berlainan jenis. Meski saat itu muda mudi tersebut tak melakukan apa-apa, namun hal itu tetap saja dinilai tak pantas karena mereka bukan muhrim.

Kelima muda-mudi itu yakni dua orang perempuan WA (20) dan AH (19) dan tiga orang laki-laki yaitu MYP (20), MA (21), dan IAM (20). Penuturan warga, muda-mudi tersebut masih berstatus mahasiswa.

Rumah tersebut milik orangtua WA dan selama ini dihuni seorang diri oleh perempuan muda itu. Namun belakangan ini warga beberapa kali melihat WA kerap mengundang teman perempuan, termasuk laki-laki.

Baca: Pernah Niat Hijrah, Istri Ammar Zoni, Irish Bella Tampil Berhijab, Mantan Giorgino Abraham Tulis Ini

Baca: Ini Alasan Ditambahnya Heli Patroli Karhutla di Kalsel, Titik Hot Spot Semakin Banyak

Baca: Jadwal Puasa Muharram Tahun Baru Islam 1441 H, Ini Lafadz Niat Puasa Asyura, Tasuah & Ayyamul Bidh

Bahkan diduga kadang ada lelaki yang menginap di rumah tersebut. Pasalnya adakalanya warga melihat saat pagi ada lelaki yang bergegas pergi meninggalkan rumah tersebut.

"Kejadian seperti ini sudah yang kesekian kalinya terjadi. Kesekian kalinya si penghuni rumah membawa teman lelakinya. Kami terpaksa mendatangi mereka untuk diperingatkan," ucap tokoh warga setempat.

Warga kemudian membawa kelima pemuda tersebut ke Polsek Martapura. Selanjutnya mereka dibina, diberi pengarahan dan diminta tidak mengulangi perbuatan. Itu karena aktivitas yang mereka lakukan melanggar norma etika dan kepatutan.

"Kami membawa mereka ke Polsek Martapura agar anggota kepolisian bisa menjadi penengah dalam permasalahan itu," tandasnya.

Dinihari itu juga kelima muda-mudi itu diminta menandatangani surat perjanjian yang disaksikan oleh aparat kepolisian dan aparat desa. Pagi sekitar pukul 06.00 Wita kelima muda-mudi itu diizinkan pulang.

Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete melalui Kapolsek Martapura AKP BomaWedhayanto Purnomo ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. "Sudah dibikin surat perjanjian yang disepakati. Intinya muda-mudi itu berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Setelah itu mereka dipulangkan," jelasnya.

Perjanjian bermeterai Rp 6.000 tersebut ditandatangi kelima muda-mudi tersebut sebagai pihak pertama dan ditandatangani tokoh warga setempat Dadang Priyanto sebagai pihak kedua. Lalu, ada tandatangan dua saksi yakni Yunisa Amalia dan Adi Royan.

Dalam surat perjanjian (dua lembar) tersebut kelima muda-mudi itu menyatakan tiga hal. Pertama, meminta maaf kepada seluruh warga kompleks perumahan setempat atas perbuatan yang mereka lakukan.

Kedua, berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Ketiga, jika tidak menepati janji maka bersedia menerima konsekuensi dari pihak RT dan masyarakat.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved