Berita Batola

Dana Makan Minum Harian Sekolah Dicabut, Guru Batola Bersabar Selama Setahun

Guru harus bersabar menyiapkan minum dan makanan snack sendiri. karena, anggaran itu tidak lagi dimuat di dalam bos

Dana Makan Minum Harian Sekolah Dicabut, Guru Batola Bersabar Selama Setahun
EDI Nugroho
KABID Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Nuryadi memperlihatkan Juknis Bos terbaru No 3 tahun 2019 dan juknis BOS tahun 2018. Dalam juknis baru tersebut, tidak disebutkan lagi penganggaran dana makan dan minum harian sekolah dari dana BOS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Guru PNS dan honor di Kabupaten Batola harus bersabar. Selama setahun terakhir ini, mereka harus membawa snack sendiri untuk bekal mengajar di sekolah. Sebagian guru membeli snack di dekat sekolah, sebagian lagi membawa dari rumah.

Langkah para guru ini karena petunjuk teknis (juknis) baru No 3 tahun 2019 yang terbit Maret 2019 silam silam tentang penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dari kementrian pendidikan yang tidak menyebutkan lagi atau melarang biaya makan dan minum harian di sekolah jenjang SD dan SMP dianggarkan dari dana BOS.

“Iya selama setahun ini guru harus bersabar. Kan makan minum tak dianggarkan lagi dari dana BOS. Jadi guru bawa snack dari rumah atau beli snack atau wadai di dekat sekolah,” kata Kepsek SMPN 4 Alalak Kabupaten Batola, Kamis (5/9/19).

Dinas pendidikan Kabupaten Batola sendiri berjanji akan memberikan bantuan dana sekadar uang minum dan snack untuk sekitar 5.000 guru baik PNS maupun honor di kabupaten sempat sebesar Rp3,1 miliar dengan dana APBD murni 2020.

Baca: Seyla Berharap Bisa Lolos Seleksi ASN Tahun 2019, Usulan Pemprov Kalteng Belum Direspon Pusat

Baca: Saluang Belum Akar Kayu yang Bisa Meningkatkan Keperkasaan Lelaki

Baca: Kurniawan Dwi Julinto dan Gendut Doni Berlabuh ke Banua, Ini Tim Yang Akan Dibelanya

Baca: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Begini Upaya yang Dilakukan Pemkab Banjar

“Memang saya akui kalau dana cuma Rp3,1 miliar untuk minum dan snack 5.000 ribuan guru, tentu nilainya tak sebera per satu guru. Yaa ini ada bantuan untuk sekadar uang minum dan snack saja,” kata Kepala Dinas Pendidikan Batola Sumarji.

Menurut Sumarji, dinas pendidikan Kabupaten Batola akan membuat beberapa opsi dengan dana Rp3,1 miliar untuk dana makan minum harian sekolah ini. Seperti jika murid itu kurang dari 100 satu sekolah, maka dianggap jumlahnya 100 siswa.

“Jadi satu tahun itu Rp 70 ribu per satu siswa, maka untuk 100 siswa itu akan mendapatkan Rp7 juta untuk dana minum dan snack guru,” katanya.

Dijelaskannya, untuk murid antara 100 siswa sampai 300 siswa, maka dana makan minum harian sekolah, maka akan dihitung berdasarkan jumlah siswa dari sekolah.

Jika jumlah murid dari sebuah sekolah itu sebanyak 201 atau 205 siswa, maka akan dikalikan 70 ribu per siswanya.

“Demikian juga jika muridnya itu 299 siswa, maka tinggal dikalikam saja Rp70 ribu,” katanya.

Namun, sambung Sumarji, untuk 300 siswa, maka akan tetap dihitung 300 siswa untuk perhitungan anggaran snack dan minum harian sekolah. Dinas pendidikan Batola berangggapan jika jumlah siswa itu mencapai 300 siswa, berarti dianggap telah mendapatkan dana BOS yang besar juga.

“Opsi-opsi ini untuk membantu dana makan minum harian sekolah dengan murid yang sedikit. Kasihan, jika dana BOS dan BOSDAnya sudah kecil, maka perlu dibantu dengan opsi-opsi perhitungan dana makan minum harian sekolah ini,” katanya.

Baca: 10 Hektare Lahan Kosong di Tanahbumbu Terbakar, Eryanto Sebut Karena Faktor Alam

Baca: Kabar Cut Meyriska Diduga Hamil Kini Banjir Doa, Ustadz Felix Siauw: Roger Danuarta Sudah Bahagia

Baca: Akar Bajakah Mendunia Disebut Bisa Sembuhkan Kanker Payudara

Sumarji memastikan meski di sebuah sekolah itu cumaa ada 30 siswa, maka sekolah tersebut akan dianggap memiliki 100 siswa sehingga perhitungan dana makan minum harian sekolah itu memadai.

“Untuk menghitung dana makan minum guru, dinas pendidikan Batola tidak menghitung jumlah guru. Tapi kita menghitung jumlah siswa setiap sekolahnya,” tegas Sumarji.

(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved