Berita HST

Dandim Barabai Sosialisasikan Pencegahan Karhutla, Polres HST Buru Pelaku Pembakaran

Tim-1 Subasatgas-2 Pencegahan Karhutla bersama Dansub Satgas-2 Pencegahan Karhutla Kodim 1002 Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Dandim Barabai Sosialisasikan Pencegahan Karhutla, Polres HST Buru Pelaku Pembakaran
Humas Kodim 1002 Barabai
Kodim 1002 Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Desa Tandilang Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID BARABAI - Tim-1 Subasatgas-2 Pencegahan Karhutla bersama Dansub Satgas-2 Pencegahan Karhutla Kodim 1002 Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Letnan Kolonel Inf Nur Rohman Zein, melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Desa Tandilang Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Nur Rohman Zein, menghimbau kepada warga masyarakat di Desa Tandilang untuk meninggalkan kebiasaan lama, membakar hutan dan lahan untuk pertanian. Karena selain merusak ekosistem hutan, akibat yang ditimbulkan dari pembakaran hutan merugikan kesehatan.

Lebih lanjut Nur Rohman menyampaikan bahwa kebakaran dan pembakaran hutan dan lahan menimbulkan dampak terhadap kerusakan lingkungan. Tidak hanya sekadar musnahnya ekosistem tapi kabut asap yang ditimbulkannya merusak.

Baca: SKOR 2-1! Link Live Streaming Mola TV Timnas Indonesia vs Malaysia, Live TV Masih Berlangsung

Baca: Mata Sembab Mulan Jameela Saat Bersama Peggy Melati Sukma, Istri Ahmad Dhani Sebut Perjuangan

Baca: Penghasilan Utama Menjadi Petani Kratom, Warga HST Bingung Jika Ada Larangan

"Pembakaran hutan atau lahan merupakan kejahatan yang harus diperangi secara komprehensif oleh setiap pihak. Upaya untuk membalas pelaku pembakaran hutan atau lahan dengan mengenakan hukuman pidana penjara dan denda semaksimal mungkin, untuk membuat jera dan menjadi pelajaran bagi yang melakukan perbuatan tersebut," tegasnya.

Apalagi, saat ini Polres HST telah memburu pelaku pembakar hutan dan lahan yang ada di wilayah Kecamatan Batang Alai Timur.

"Kami memohon agar masyarakat agar melaporkan kepada pihak yang berwajib apabila mengetahui keberadaan oknum tersebut. Sanki yang akan dijatuhkan kepada oknum tersebut sangat berat dari ancaman kurang 10 tahun hingga denda Rp 12 miliar," jelasnya.

Sebelumnya, pelaku pembakaran hutan dan lahan pada 3 Augstus 2019 lalu di Desa Batu Tangga akhirnya sudah ditetapkan oleh Satuan Reserse Polres Hulu Sungai Tengah.

Bahkan, pria beinisial S sudan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Hulu Sungai Tengah. Kasat Reskrim Polres Hulu Sungai Tengah, Iptu Sandi, membeberkan jika tersangka melakukan pembakaran seluas empat hektare.

Dibeberkan Sandi, jika S sudah beberapa kali diminta untuk datang ke polres memberikan keterangan. Sayangnya, S justru kabur.

Menurutnya, S terbukti membakar hutan dan lahan seluas empat hektare. Dijelaskan Sandi, awalnya S hanya membakar lahan miliknya seluas dua hektare. Nahas, api justru merambat ke kebun karet yang berada di sebelah lahan milik S. Alhasil, kebakaran hutan dan lahan terjadi seluas empat hektare.

Ia dijerat dengan UU Lingkungan Hidup pasal 108 jo pas 169 ayat 1 dan juga UU Nomor 31 tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pengelolaan hidup.

Selain itu, S juga dijerat dengan pasal 187 KUHP. Apalagi dalan pasal 187 berbunyi dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar dan atau dengan cara pembakaran. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved