Berita Banjarmasin

Dekan FKG ULM Prof Rosihan Adhani Sebut Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Bisa Dihindari

Yang harus dilakukan BPJS adalah meningkatan kualitas dan kecepatan, kemudahan layanan, serta manfaat bagi peserta yang kebetulan tidak sakit

Dekan FKG ULM Prof Rosihan Adhani Sebut Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Bisa Dihindari
banjarmasinpost.co.id/m fadli setia rahman
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat, Dr drg Rosihan Adhani SSOS MS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengamat kesehatan Kalsel yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) ULM Banjarmasin Prof Dr Drg Rosihan Adhani mengatakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan adalah sesuatu yang tak terhindarkan.

"Apabila kita tidak ingin melihat BPJS sekarat dan akhirnya bangkrut. Pilihan defisit ditalangi Pemerintah atau pengurangan manfaat pelayanan dibatasi, tidak menjadi opsi pemerintah sebagai regulator," katanya.

Dikatakannya sharing biaya antar Pemerintah Pusat dengan Daerah juga tidak menjadi persoalan, karena kewajiban dan komitmen membantu dan melindungi warga miskin di daerahnya masing-masing.

"Terlebih apabila APBD nya belum mencapai 15 % minimal untuk kesehatan, sebagaimana kriteria WHO utk kecukupan layanan kesehatan, masih bisa utk menutup iuran PBI,," kata dia.

Baca: BPJS Kesehatan Naik, Begini Pandangan Dosen Fakultas Kedokteran ULM Ini

Baca: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Begini Upaya yang Dilakukan Pemkab Banjar

Menurutnya yang harus dilakukan BPJS adalah meningkatan kualitas dan kecepatan, kemudahan layanan, serta manfaat bagi peserta yang kebetulan tidak sakit tapi setia membayar.

"Pemerintah beserta DPR mengkaji model model pembayaran, misal integrasi dengan pajak, zakat, rekening listrik, air, KTP, Paspor, perijinan dll serta benefit lain yg diperoleh diluar layanan kesehatan. Disamping itu menganalisis biaya operasional dan tetap yg bisa terkait dengan alokasi kesehatan, misal di daerah Kabupaten ada penyatuan kantor/staf BPJS dengan Dinas Kesehatan /Rumah Sakit dan lain sebagainya," kata dia.

Dikatakannya lebih lanjut Atau BPJS kembangkan sayap bisnis/usaha karena menguasai pangsa pasar yg besar, misal dalam pengadaan obat dan bahan habis pakai, alat kesehatan dan sebagainya. Semoga ditahun mendatang tidak terulang lagi defisit BPJS.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved