Berita Tabalong

Didatangi Puluhan Karyawan yang Tak Diperpanjang Kontraknya, PT AAL Meminta Waktu 1 Minggu

Puluhan eks pekerja PT Astra Agro Lestari (AAL) mendatangi kantor PT AAL di Desa Hayup Kecamatan Haruai untuk mengadukan nasib status kerja mereka

Didatangi Puluhan Karyawan yang Tak Diperpanjang Kontraknya, PT AAL Meminta Waktu 1 Minggu
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Didatangi Puluhan Karyawan yang Tak Diperpanjang Kontraknya, PT AAL Meminta Waktu 1 Minggu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Puluhan eks pekerja PT Astra Agro Lestari (AAL) mendatangi kantor PT AAL di Desa Hayup Kecamatan Haruai untuk mengadukan nasib status kerja mereka. Pasalnya ada 37 pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi, Pertambangan, Minyak Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) Kabupaten Tabalong telah habis kontrak dan mereka mengajukan tuntutan, Kamis (05/09/2019)

Maria Albertina misalnya dirinya bekerja selama tiga tahun dengan perjanjian kerja kontrak dan belum ditetapkan menjadi tenaga kerja tetap. Selama tiga tahun dirinya menandatangani kontak kerja beberapa kali ada yang satu tahun, enam bulan dan tiga bulan.

Dan sekarang dirinya kontrak habis dan tidak diperpanjang dirinya berharap masih bisa bekerja untuk memabantu ekonomi keluarga. Dalam satu bulan Maria mendapatkan upah Rp 2,7 juta, untuk pekerjaan lapangan seperti memaden dan membersihkan lahan. “Saya berharap bisa bekerja lagi, saat ini saya menganggur dirumah,” ujarnya.

Baca: Jelang Persatu Tuban vs Martapura FC : Frans Sinatra Berharap Hattrick Kemenangan Laskar Sultan Adam

Baca: LIVE MOLA TV! Link Live Streaming Armenia vs Italia, Kualifikasi Piala Eropa (Euro 2020) Malam ini

Baca: Makanan Orang Ngidam Dibawa Ibu Cut Meyriska Saat Istri Roger Danuarta Sakit dan Ramai Kabar Hamil

Kedatangan serikat pekerja ini disambut oleh pihak perusahaan dan dilakukan mediasi yang juga dihadiri oleh direksi perusahaan, Pemerintah Daerah melalui Kesbangpol dan Perwakilan serikat pekerja dan buruh.

Sahrul ketua serikat buruh mengatakan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dianggap tidak sesuai karena telah diperpanjang beberapa kali dan seharusnya berubah menjadi PKWTT. “Kami meminta 37 anggota serikat buruh bisa dipekerjakan kembali jika tidak maka bisa diberikan pesangon untuk mereka,” ujarnya.

Humas PT AAL Iwan mengatakan ada perbedaan persepsi yang terjadi, tenaga kontrak sudah dilakukan dengan semestinya. Pihak perusahaan tidak bisa memberikan pesangon karena bukan tergolong karyawan tetap.

“Kami tidak melanjutkan kontrak karena memang tidak ada pekerjaan, pemanfaatan tenaga kontrak pada tahun lalu karena pada musim panen dan memerlukan tambahan tenaga dan saat ini sudah melewati masa panen tersebut,” ujarnya.

Setelah melakukan mediasi pihak PT AAL meminta waktu selama tujuh hari untuk mendiskusikan dengan pimpinan dan akan segera menyampaikan keputusan dari pihak perusahaan. Sedangkan dari serikat bekerja mengatakan jika H+1 setelah diberikan keputusan jika tuntutan mereka tidak dipenuhi maka akan membawa massa yang lebih banyak lagi bahkan berencana meminta bantuan dari luar daerah.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved