Berita Kalteng

Galakkan Pencegahan Stunting, Pemeriksaan Kesehatan Sasar Pelajar di Kapuas

Galakkan pencegahan stunting, pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan menyasar sejumlah pelajar di Kabupaten Kapuas.

Galakkan Pencegahan Stunting, Pemeriksaan Kesehatan Sasar Pelajar di Kapuas
tribunkalteng.com/fadly SR
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di MTsN 1 Kapuas oleh UPT Puskesmas Melati, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Galakkan pencegahan stunting, pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan menyasar sejumlah pelajar di Kabupaten Kapuas.

Misal yang telah dilaksanakan UPT Puskesmas Melati, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, awal pekan tadi

Pemeriksaan kesehatan dilakukan di MTsN 1 Kapuas. Peserta didik kelas VII yang menjalani pemeriksaan kesehatan.

Ketua Tim Pemeriksa Kesehatan, Hj Iriani mengatakan pihaknya melakukan pengecekan meliputi, tekanan darah, kondisi mata, telinga, hidung, mulut, gigi, kulit, tinggi badan, dan berat badan serta kebersihan kuku.

"Komponen itu merupakan pemeriksaan awal yang sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan anak," katanya, Kamis (5/9/2019).

Baca: Tujuh Bhabinkamtibmas Polres Pulpis Terima Handphone Android Terintegrasi Binmas Online

Dilanjutkannya, peserta didik yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTs) merupakan masa pertumbuhan.

Untuk itu dari salah satu pemeriksaan misalnya tinggi badan, akan diketahui kondisi kesehatannya normal atau tidak.

"Saat ini juga sedang digalakkan pencegahan stunting, yakni keadaan tubuh yang sangat pendek dilihat dari standar baku pengukuran tinggi badan menurut usia yang ditetapkan WHO," bebernya.

Sementara itu, lanjutnya, untuk pemeriksaan mata guna mengetahui sejak dini adanya gejala kelainan mata yang dialami oleh peserta didik.

Sebab saat ini penggunaan alat elektronik seperti HP sangat luar biasa, jika tidak terkontrol akan berpengaruh terhadap kesehatan mata.

"Lalu, mungkin ada yang bercita-cita jadi TNI, Polri atau profesi yang syaratnya tinggi badan dan tidak buta warna atau minus matanya. Dari pemeriksaan ini akan terpantau matanya sehat atau tidak," tandasnya.

Baca: Perjuangan Ortu Cari 3 Siswa SMK Bantul yang Hilang Saat Magang, Selama 9 Tahun Tak Ada Kabar

Nantinya, hasil pemeriksaan akan disampaikan kepada pihak madrasah tempat dilakukan pemeriksaan kesehatan.

"Selanjutnya jika ada peserta didik yang kesehatannya terganggu atau terindikasi mengidap penyakit tertentu, diharapkan pihak madrasah menginformasikan kepada orang tua/wali agar diperiksa lebih lanjut ke puskemas atau rumah sakit," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Fadly SR)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved