BPost Cetak

Kisah Perajin Permainan Tradisional, Dakuan Ajarkan Anak Kelola Uang

Ketua Yayasan Bina Banua Pendamai Banjarmasin, M Suriani membuat alat permainan dakuan yang tergerus jaman

BPost Cetak
BPost Edisi Kamis (5/9/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Muhammad Suriani mengambil kayu ketapang yang sudah dibelah dua dengan ukuran sekitar satu meter.

Ketua Yayasan Bina Banua Pendamai Banjarmasin ini kemudian mengambil penggaris, membikin pola garis lurus di tengah.

Selanjutnya, Suriani membikin pola lubang dakuan memanfaatkan bekas gelas air mineral. Ada sebanyak tujuh pasang pola lingkaran berjajar, serta satu pola lingkaran lebih besar pada tiap ujung papan daku.

Pekerjaan kemudian dilanjutkan asistennya, Rahmadi yang melubangi pola menggunakan pahat kayu. Lalu dia meratakan permukaan lubang menggunakan bor, dan supaya lebih licin lagi, Rahmadi mengampelasnya.

Permukaan dedakuan kemudian digerinda oleh Taufik–asisten Suriani lainnya, supaya makin licin.

Baca: BPJS Naik Tahun Depan, Batas Atas Upah Jadi Rp 12 Juta

Baca: Iuran BPJS Naik, Pemkab Siap-siap Tambah Anggaran

Baca: Kebakaran Lahan Makin Menjadi, Jarak Pandang di Paringin Cuma 100 Meter

Baca: Dian Sastro Tularkan Kebiasaan Membaca Pada Anak, Ini 7 Tokoh Sukses di Dunia yang Hobi Membaca

Kegiatan membuat alat permainan dakuan ini memang dilakukan secara bersama antara Suriani dan para asistennya. Selain dakuan, mereka sering membuat alat permainan tradisional lainnya, seperti gasing, logo, bakiak dan enggrang.

Di tengah perkembangan tekonologi digital, permainan tradisional memang seolah mati suri. Anak-anak zaman sekarang lebih akrab dengan games-games virtual yang dimainkan melalui gadget canggih seperti smartphone dan laptop.

Namun, di tengah kemajuan zaman, ternyata masih ada orang yang peduli dan melestarikan permainan tradisional. Seperti dilakukan Suriani dan rekan-rekannya, termasuk istrinya Siti Nursiah. Mereka adalah warga Gang Pendamai, Teluk Tiram, Banjarmasin, yang aktif dalam pelestarian permainan tradisional melalui Yayasan Bina Banua Pendamai Banjarmasin.

Berbagai permainan tradisional masih setia dilestarikan sejak beberapa tahun terakhir. Mereka bahkan membuat sendiri alat permainannya untuk diperkenalkan kepada anak-anak se-antero Banjarmasin. “Untuk dakuan, biasanya bahannya dari kayu ketapang atau kemuning. Kedua kayu ini dipilih karena kuat namun ringan dan cukup mudah dibentuk,” kata Suriani, yang juga pekerja sebuah perusahaan pelayaran di Banjarmasin itu.

Menurutnya, sekarang ini membikin alat permainan tradisional lebih mudah karena menggunakan peralatan lebih modern seperti bor listrik, gurinda, mesin bubut dan lain-lain. Kendati begitu, tetap perlu ketelitian dan ada pakem yang harus diindahkan. Misalnya, membikin lubang dedakuan tidak boleh genap, tapi harus ganjil antara 5, 7 dan 9.

Sedangkan saat membikin gasing, harus disetel dan ditimbang sampai gerakannya indah saat berputar. Bahkan jika diperlukan, dalam gasing ditanam timah atau logam sebagai penyeimbang.

Peralatan permainan tradisional hasil karya mereka ini, memang belum begitu dikomersilkan. Lantaran misi mereka adalah menjaga permainan tradisional agar tidak punah, dan generasi sekarang bisa mengenal dan menyukainya lagi. Sebab, usaha ini pun diawali dari keprihatinan karena cucu Suriani lebih asyik main gadget.

Kendati begitu, produk kerajinan rumahan ini kian banyak dipesan instansi pemerintah, sekolah, komunitas maupun perorangan. Lebih lanjut Nursiah menjelaskan, bahwa permainan tradisional sarat dengan pengajaran dan nilai-nilai budi pekerti yang sangat baik untuk anak. Melalui permainan ini, anak-anak secara tak langsung diajarkan filosofi hidup.

Baca: Sukses Gundala Putra Petir, Ini 11 Film Indonesia yang Menyusul Tayang September 2019

Baca: Tetap Cantik Setelah 19 Tahun Menjanda, Ini Rahasia Penampilan Memukau Rita Sugiarto Diusia 52 Tahun

“Misalnya, permainan daku menggambarkan kehidupan kita, bagaimana mengatur dan mengelola keuangan rumah tangga. Juga ada ajaran menabung, berbagi rezeki yang didapat serta menghitung secara manajemen dan lain-lain,” katanya.

Permainan tradisional juga menanamkan kebersamaan, kejujuran, sportivitas, kompetitif, keindahan, edukasi dan lain-lainnya. Baik Suriani maupun Nursiah berharap, pemerintah ikut membantu mengangkat kembali permainan tradisional supaya tidak punah. (syaiful anwar)

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved