Opini

Membumikan Ekonomi Syariah di Indonesia

Pemerintah telah meresmikan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024.

Membumikan Ekonomi Syariah di Indonesia
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
Ilustrasi-Kegiatan, tentang ekonomi syariah dalam bentuk seminar nasional di Palangkaraya, yang bertujuan menjadikan atau membentuk masyarakat yang tau dan mengerti tentang ekonomi syariah. 

Selain itu keberadaan ekonomi syariah juga telah menepis pandangan yang mengatakan bahwasanya ekonomi adalah disiplin ilmu bebas nilai, dikarenakan ekonomi Islam adalah ekonomi yang penuh dengan nilai-nilai keislaman seperti etika, moral dan iman.

Sistem ekonomi syariah merupakan induk dari segala aktivitas dan model ekonomi berdimensikan syariah Islam. Sebab sebagai sistem, selain didalamnya mengusung nilai, asas-asas, arah dan tujuan yang harus dipahami dengan baik oleh para pelaku ekonomi beserta pihak-pihak terkait dalam operasional berbasis ekonomi syariah, juga harus diaplikasikan dalam realita ke dalam model-model ekonomi sebagai terjemahan secara nyata dari nilai, asas-asas arah dan tujuan tersebut.

Disinilah terletak perbedaan secara fundamental antasa sistem ekonomi syariah dengan sistem ekonomi konvensional, baik yang kapitalistik maupun sosialistik berbasis bunga.

Ekonomi Syariah merupakan ekonomi rakyat berkeadilan, bukan mengaktualkan ekonomi konglomerat seperti halnya ekonomi kapitalis yang berorientasi pada para pemodal/pemegang saham. Dan bukan pula ekonomi otoriter seperti halnya ekonomi sosialis yang berorientasi pada kebijakan mutlak pemerintah dalam mengatur segala sisi kehidupan perekonomian.

Sistem ekonomi syariah mengakui kepemilikan multijenis (Multitype ownership), berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis ataupun sosialis.

Dalam hal kepemilikan, untuk sistem ekonomi kapitalis yang berlaku adalah kepemilikan swasta/pribadi/pemodal, lalu sistem ekonomi sosialis yang berlaku adalah kepemilikan negara, sedangkan dalam Islam berbagai macam bentuk kepemilikan baik itu pribadi ataupun negara tetaplah diakui.

Akan tetapi untuk menjamin adanya keadilan, maka cabang-cabang produksi yang strategis dapat dikuasai oleh negara.

Menurut Ulama Besar Mesir Pakar Fiqih Kontemporer Syekh Yusuf Qardhawi dalam bukunya Darul Qiyam wal Akhlaq fil Iqtishadil Islami menyebutkan empat nilai pokok ekonomi syariah, yaitu nilai ketuhanan (Ilahiyah), nilai akhlak (Khuluqiyyah), nilai kemanusiaan (Insaniyah) dan nilai pertengahan (al-wustha).

Sedangkan menurut Cendekiawan dan Ekonom M. Syafi’i Antonio mengemukakan dasar filsafat (philosophical foundation) ekonomi syariah adalah tauhid uluhiyah, tauhid rububiyah, khilafah (manusia sebagai khalifah dimuka bumi – agent of development), tazkiyah (penyucian), dan al Falah (sukses dunia & akhirat)

Salah satu nilai terpenting sebagai pembeda yang hakiki antara ekonomi syariah dan ekonomi konvensional adalah nilai ketuhanan yang dimaknai sebagai dimensi pengawasan dan pusat pengenalian diri secara personal atas segala aktivitas termasuk ekonomi yang dijalankan.

Halaman
1234
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved