Kalsel Bergerak

Wagub Kalsel H Rudy Resnawan Hadiri Penyerahan TORA oleh Presiden Jokowi di Kaltim

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Resnawan menghadiri penyerahan sertifikat Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK pelepasan Hutan Adat

Wagub Kalsel H Rudy Resnawan Hadiri Penyerahan TORA oleh Presiden Jokowi di Kaltim
Humas Pemprov Kalsel
Wagub Kalsel H Rudy Resnawan Hadiri Penyerahan TORA oleh Presiden Jokowi di Kalbar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Resnawan menghadiri penyerahan sertifikat Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan SK pelepasan Hutan Adat kepada masyarakat perwakilan penerima.

Penyerahan sertifikat TORA dan Pelepasan Hutan Adat diserahkan langsung Presiden Republik Indonesia H Joko Widodo, bertempat di Jogging Track Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/9/2019).

Wagub Resnawan menjelaskan, Presiden Joko Widodo pada acara itu menitipkan beberapa pesan penting untuk masyarakat penerima TORA.

RI I. lanjut wagub mengingatkan masyarakat yang telah diberikan sertifikat betul- betul digunakan dengan produktif.

Baca: Jadwal Puasa Muharram Tahun Baru Islam 1441 H, Ini Lafadz Niat Puasa Asyura, Tasuah & Ayyamul Bidh

Baca: Masih Ingat Ustadz Guntur Bumi & Puput Melati? Sempat Bikin Heboh, Begini Nasib Mereka Kini

Baca: Asyiknya Gisella Anastasia Menari Bareng Pria Bukan Wijaya Saputra, Eks Gading Marten Sampai Begini

“Kalau semua lahan di tanah air ini produktif, semua rampung. Semua bekerja dan menghasilkan, dapat mendapat pendapatan,”

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution dalam laporannya di hadapan Presiden Joko Widodo dan penerima sertifikat mengatakan, luasan tanah yang dibagikan hari ini dalam program TORA dan Hutan Adat bagi penerima di Kalimantan seluas 19.449 hektare.

“Kemudian dilihat dari penerima ada 765 penerima terdiri 3.223 Kepala Keluarga,” kata dia.

Ia menjelaskan bahwa sertifikasi tanah sudah berjalan baik melalui program TORA. Menurutnya program TORA ditargetkan 4,5 juta hektare termasuk di dalamnya sertifikasi tanah transmigrasi yang tidak kunjung selesai.

“Sebagian besar TORA dari kawasan hutan. Yang bukan kawasan hutan hanya seluas 0,4 juta hektare atau berasal dari lahan-lahan yang sertifikasinya habis atau terlantar,” kata dia.

Di Indonesia kata dia realisasi program TORA sejauh ini sudah mencapai 2,6 juta hektare atau sekitar 63 persen dari target 4,5 juta hektare tersebut.

“Semua ini diharapkan mengoreksi ketimpangan penguasaan lahan yang berjalan puluhan tahun. Memang mungkin tidak ideal lagi target dicapai. Namun itu harusnya dilaksanakan 60 tahun lalu,” kata dia. (AOL/*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved