Berita Kalteng

BREAKING NEWS - Ribuan Orang Sakit Akibat Terhirup Udara Beracun, Kabu Asap di Kalteng Makin Buruk

Kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, hingga, Jumat (6/9/2019)

BREAKING NEWS - Ribuan Orang Sakit Akibat Terhirup Udara Beracun, Kabu Asap di Kalteng Makin Buruk
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Kabut asap dampak kebakaran lahan di Sampit dan Palangkaraya hingga, Jumat (6/9/2019) makin parah dan mengganggu aktivitas warga. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, hingga, Jumat (6/9/2019) makin parah. Asap tebal dampak kebarakan lahan menyelimuti dua daerah ini sehingga sangat mengganggu aktifitas warga.

Hujan tidak tidak tampak mengguyur sejak dua minggu ini, mengakibatkan lahan gambut dua daerah tersebut mengering dan terbakar secara sporadis. Parahnya lagi, kebakaran lahan tidak terjadi hanya pada lahan milik masyarakat tetapi juga ada beberapa lahan koorporasi atau perusahaan yang terbakar.

Kabut asap juga telah mengakibatkan, penerbangan di Bandara Tjilik Riwut dan Bandara H Asan Sampit terganggu, karena jarak pandang di landasan pacu bandara pendek, pilot pesawat tidak berani landing sehingga jadwal penerbanganpun terganggu, bahkan ada pesawat yang terpaksa tak bisa mendarat.

Baca: VIRAL di Instagram, Personel Queen Pasang Foto dan Peringati Ulang Tahun Freddie Mercury

Baca: Arungi Putaran Kedua Liga 1 2019, Kalteng Putra Datangkan Pemain Asing Baru, Berikut Namanya

Baca: Sukses Pupuskan Harapan Timnas Indonesia, Tekad Pelatih Tan Cheng Hoe Berbuah Manis

Demikian juga dampak kesehatan yang diterima warga, Kotim dan Palangkaraya, sudah ribuan orang yang tercatat menderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dampak kebakaran lahan tersebut, karena saat menghirup udara yang mengandung racun karbon (CO2) membuat daya tahan tubuh menurun.

Pemadaman dilakukan dari darat dan udara menggunakan Helikopter.
Pemadaman dilakukan dari darat dan udara menggunakan Helikopter. (Banjarmasinpost.co.id/Faturahman)

Banyak organisasi dan lembaga yang secara sukarela membagikan masker atau penutup muka secara gratis di jalan umum untuk menghindari menghisap secara langsung kabut asap.Demikian juga dengan Dinas Kesehatan membagikan masker secara gratis di jalan mapun lewat puskesmas dan pustu.

Pemadaman kebakaran lahan terus dilakukan oleh petugas melalui jalur darat dan udara dengan helikopter waterboombing namun tidak menghasilkan dampak yang optimal untuk meredakan kebakaran dan kabut asap sehingga kebakaran yang terjadi makin parah menimbulkan asap tebal.

"Kabut asap sangat tebal mengakibatkan jarak pandang semakin pendekbdalam tiga hari ini. Kondisi asap di Kotim dan Palangkaraya hampir sama saja, kami memilih tinggal di rumah saja, untuk menghindari kabut asap yang menyesakkan dada," ujar M Yusuf warga Palangkaraya.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, mengatakan, dalam kondisi kabut asap seperti sekarangy warga diminta jangan banyak keluar rumah jika dalam kondisi tidak penting untuk menghindari menghirup asap secara langsung."Jikapun ingin keluar gunakan masker, banyak minum air puih dan konsumsi buah,
agar kondisi tubuh tetap terjaga," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved