Berita Batola

Dinas Perhubungan Batola Sebut Perbaikan Portal Baja Miring Jembatan Sungai Andai Perlu Waktu

Dinas Perhubungan Batola memastikan perbaikan portal wide flange (WF) atau baja jembatan Sungai Alalak II Tembus Terminal Handil Bakti

Dinas Perhubungan Batola Sebut Perbaikan Portal Baja Miring Jembatan Sungai Andai Perlu Waktu
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Arus lalulintas melewati portal wide flange (WF) atau baja jembatan Sungai Alalak II Tembus Terminal Handil Bakti, yang miring akibat ditabrak mobil box. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Dinas Perhubungan Batola memastikan perbaikan portal wide flange (WF) atau baja jembatan Sungai Alalak II Tembus Terminal Handil Bakti, yang miring akibat ditabrak mobil box itu perlu waktu.

“Kan, portal jembatan Sungai Alalak II yang miring terbuat wide flange (WF) itu dari baja sehingga untuk meluruskan kembali portal baja itu perlu waktu. Perbaikan portal miring harus menjadi tanggungjawab penabrak dulu, bukan dinas perhubungan Batola,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batola, Syamsul Arifin, Jumat (6/9/19).

Menurut Syamsul, saat ini polisi sudah memegang STNK dari mobil box penabrak portal jembatan Sungai Alalak II. Infonya, pelaku penabrak portal ini saat ini berpindah-pindah tempat tinggalnya.

Baca: Andai Obat ARV Ditemukan Lebih Cepat, Musisi Legendari Freddie Mercury Bisa Saja Masih Beraksi

Baca: FAKTA Suami Bunuh Istri di Padang Batung HSS, Jenazah Ditinggalkan di Kasur Lalu Ciking Pergi

Baca: Asyikkk! Fitur Kencan Facebook Siap Meluncur, Dating Mengandalkan Algoritma Ini

“STNK pelaku sudah dipegang polisi. Saat ini polisi masih mencari pelaku. Kita harapkan portal baja yang miring dan nyaris roboh itu bisa diperbaiki oleh pelaku penabrak portal tersebut. Jadi biaya perbaikan portal baja miring itu dari pihak penabrak portal,” katanya.

Menurut Syamsul, perbaikan portal baja yang miring itu agak susah karena terbuat dari baja kuat sehingga perlu waktu. Diharapkan, sampai pembangunan Jembatan Jembatan Kayu Tangi Ujung selesai, portal baja itu masih bisa berfungsi dengan baik.

Sementara kasus mobil box yang menabrak portal dari bahan wide flange (WF) atau baja untuk jembatan Sungai Alalak II tembus Terminal Handil Bakti, sebagai jalan alternatif satu-satunya pasca penutupan Jembatan Kayu Tangi Ujung Selasa (27/8/19) dini hari lalu akhirnya ditangani reserse dan krimimal (reskrim) Polres Batola.

“Iya pihak kontraktor atau Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI sudah melapor resmi ke Polres Batola. Kasus mobil box menabrak portal tersebut kini ditangani rekrim Polres Batola,” kata Kasatlantas Polres Batola, AKP Didik Suhartanto.
(Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved