Berita Banjarmasin

DKPP Gelar Sidang Kode Etik Penyelenggara Pemilu Tindaklanjuti Laporan Adhariani

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) gelar Sidang Kode Etik Penyelenggara Pemilu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (6/9/2019)

DKPP Gelar Sidang Kode Etik Penyelenggara Pemilu Tindaklanjuti Laporan Adhariani
banjarmasinpost.co.id/acm
Suasana Sidang Kode Etik Penyelenggara Pemilu oleh DKPP di Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) gelar Sidang Kode Etik Penyelenggara Pemilu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (6/9/2019).

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis, Anggota DKPP RI, Prof Dr Teguh Prasetyo dan dua Anggota Majelis, Andi Tenri Sompa dan Dr Nur Zazin.

Meminjam Aula Kantor KPU Provinsi Kalsel sebagai ruang sidang, kedua belah pihak baik pelapor, Calon Anggota DPD RI, Adhariani dan terlapor Komisioner Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Kalsel, Azhar Ridhani hadir dalam Persidangan.

Namun sidang yang secara kumulatif berlangsung kurang lebih tiga jam ini belum hasilkan keputusan apapun, melainkan hanya mengagendakan pemeriksaan terhadap kedua belah pihak dan saksi-saksi.

Sidang tersebut didasari laporan Adhariani yang tidak puas terhadap penanganan dan keputusan Bawaslu Provinsi Kalsel atas laporan dugaan praktek politik uang yang dilayangkannya ke Bawaslu Provinsi Kalsel, Kamis (2/5/2019).

Baca: Makanan Aneh Roger Danuarta Setelah Nikahi Cut Meyriska, Kehamilan sang Istri di Depan Mata?

Baca: Keceplosan Syahrini Ungkap Tujuan ke Singapura, Istri Reino Barack Periksa Kehamilan?

Baca: Kebohongan Terpendam Andhika Pratama & Ussy Sulistiawaty Terbongkar, 2 Anaknya Bereaksi

Baca: Bukti Irish Bella Mantap Berhijab, Penampilan Istri Ammar Zoni Buat Pangling

Dimana dari hasil klarifikasi dan pembahasan yang dilakukan Bawaslu Kalsel Bersama Sentra Gakkumdu memutuskan untuk tidak melanjutkan penanganan atas laporan Adhariani tersebut ke tingkat penyidikan karena dinilai tak penuhi unsur formil.

Dalam Persidangan, pelapor uraikan pendapatnya yang menilai terlapor lalai dalam mengikuti aturan hingga berujung pada pemberhentian proses penanganan terhadap laporannya.

"Padahal di pembahasan pertama sudah clear tapi tidak bisa diteruskan di pembahasan kedua. Penyidik harusnya teruskan dulu nanti biarkan Hakim yang menentukan," kata Adhariani.

Sedangkan pihak terlapor, Azhar nyatakan pihaknya sudah melakukan upaya sesuai aturan yang berlaku dan keputusan yang diambil merupakan hasil keputusan bersama Sentra Gakkumdu yang di dalamnya juga terdapat unsur penyidik Kepolisian dan Kejaksaan.

Dalam pembahasan kedua diakui Azhar, memang sempat ada perbedaan pendapat antara ketiga unsur di Sentra Gakkumdu.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved