Berita Kalteng

IAIN Palangkaraya Siap Hadapi Tantangan Era Industri 4.0, ini Saran Pakar Perguruan Tinggi

Memasuki era digitalisasi saat ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi di Kalimantan Tengah, agar tetap bisa mengikuti kemajuan teknologi

IAIN Palangkaraya Siap Hadapi Tantangan Era Industri 4.0, ini Saran Pakar Perguruan Tinggi
tribunkalteng.co/fathurahman
Kuliah Umum di IAIN Palangkaraya yang diselenggarakan, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah bertempat di Aula IAIN Palangkaraya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Memasuki era digitalisasi saat ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi di Kalimantan Tengah, agar tetap bisa mengikuti kemajuan teknologi industri 4.0.

Hal ini pun menjadikan mahasiswa kalangan civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangkaraya berjuang keras untuk terus mampu mengikuti perkembangan zaman yang semuanya serba digital karena informasi sudah ada digenggaman tangan melalui gadget.

Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah bertempat di Aula IAIN Palangkaraya menggelarnya dalam satu kegiatan Studium General atau kuliah umum, dengan tema "Berkaca pada Masa Lalu Untuk Menatap Masa Depan dalam Memasuki Budaya Islam Era Industri 4.0" yang jadi bahasan di kampus, Jumat (6/9/2019).

Baca: Peluru Tembus Kepala Brigadir Polisi di Bangkalan, Diduga Anggota Polsek Arosbaya Bunuh Diri

Baca: Makanan Aneh Roger Danuarta Setelah Nikahi Cut Meyriska, Kehamilan sang Istri di Depan Mata?

Baca: Keceplosan Syahrini Ungkap Tujuan ke Singapura, Istri Reino Barack Periksa Kehamilan?

Baca: Kebohongan Terpendam Andhika Pratama & Ussy Sulistiawaty Terbongkar, 2 Anaknya Bereaksi

Baca: Bukti Irish Bella Mantap Berhijab, Penampilan Istri Ammar Zoni Buat Pangling

Fakultas tersebut ingin menegaskan, bahwa pihaknya secara khusus dan IAIN secara umum, sudah sangat siap untuk menghadapi era digitalisasi teknologi industri 4.0 tersebut.

Bahkan dalam kuliah umum panitia mendatangkan dosen dari berbagai perguruan tinggi yang juga para pakar, untuk sharing soal tersebut.

Salah satu narasumber, Dr. Zaprulkhan M.S.I mengatakan kondisi di era sekarang sudah tidak ada batasan lagi dalam berinteraksi, karena teknologi sangat menunjang terutama internet yang saat ini semua orang mampu mengaksesnya.

“Era yang sudah tidak berbatas ini ada sisi negatif dan positifnya tinggal kita saja yang harus siap menyaringnya, pilihan ada dikita” ucap Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Syekh Abdurrahman Siddik dari Bangka Belitung.

Menurutnya ada dua konsep besar sebagai pegangan dalam memfilter era industri 4.0 dikalangan akademik agar tidak kebablasan, yaitu Grassroot Understanding.

Konsep ini menawarkan agar tradisi keilmuan saat ini jangan hilang dan tradisi keilmuan tersebut harus mengakar dan dikawal.

Selain itu, juga harus memiliki Global Mindset yang maksudnya kesadaran bukan lagi sebagai orang lokal (Indonesia) tetapi ketika aktif pada industri 4.0, harus menjadi warga dunia ketika berada di dalamnya.

Halaman
12
Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved