Krisis Air Bersih

Krisis Air Bersih Dampak Kemarau Berdampak ke Pelayanan Rumah Sakit di Tanbu

Selain terjadi kekeringan di sawah, dan munculnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), krisis air bersih disebabkan kemarau berdampak pada pelayanan

Krisis Air Bersih Dampak Kemarau Berdampak ke Pelayanan Rumah Sakit di Tanbu
BPost Cetak
BPost edisi cetak Jumat (6/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Dampak dari musim kemarau panjang mulai dirasakan warga.

Selain terjadi kekeringan di sawah, dan munculnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), krisis air bersih disebabkan kemarau berdampak pada pelayanan di Rumah Sakit H Andi Abdurrahman Noor, Tanahbumbu.

Rumah sakit tak bisa lagi menggantungkan pada kolam penampungan tadah hujan.

Guna memenuhi kebutuhan air bersih untuk pasien dan keluarga yang menunggu serta petugas medis, dalam seminggu terakhir ini pihak rumah sakit harus dibantu suplai air bersih dari mobil tangki Pemadam Kebakaran yang kapasitas 6.000 ribu liter sebanyak enam tangki.

Baca: Andai Obat ARV Ditemukan Lebih Cepat, Musisi Legendari Freddie Mercury Bisa Saja Masih Beraksi

Baca: Curhat Pilu Merry di Madura, Eks Asisten Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Sampai Sebut Jokowi

Baca: Mantan Raffi Ahmad Lepas Hijab, Curhatan Asha Shara yang Pernah Dicemburui Yuni Shara

Baca: Dosa Via Vallen Diungkit Jerinx SID Saat Penyanyi Kesayangan Rhoma Irama Perkarakan ART

Tidak itu saja. Rumah sakit menggunakan armada unit mobil tangki sendiri berkapasitas 5.000 liter sebanyak 10 tangki per hari.

"Dari Damkar enam tangki sehari dan dari armada sendiri 10 tangki per hari," kata Muhammad Saleh, Kepala Bagian Tata Usaha RSUD H Andi Abdurrahman, Kamis (5/9).

Saleh mengakui, krisis air bersih dialami rumah sakit H Andi Abdurrahman Noor terjadi setiap tahun.

Karena kolam tampungan air dan sumur menjadi sumber memenuhi kebutuhan air bersih rumah sakit mengalami kekeringan.

"Alhamdulillah untuk sementara bisa mengatasi. Ya mudah-mudahan saja Damkar tidak banyak karhutla yang ditangani sehingga air bisa masuk lagi ke kami," ujar Saleh.

Diakui Saleh, kebutuhan air bersih pasien dan keluarga pasien cukup besar, sehingga mereka harus mendatangkan 16 armada per hari, dengan total 86.000 liter air.

"Kalau untuk pasien saja mungkin cukup, tidak boros. Tapi keluaga pasien. Ada yang mencuci pakaian. Sementara kami hanya bisa mengimbau agar tidak mencuci pakaian. Karena 86 ribu liter itu habis sehari," ucap Saleh.

Agar krisis air bersih tidak terulang setiap tahun, Saleh berharap pipa distrisbusi air bersih layanan PDAM bisa melayani kebutuhan air bersih rumah sakit.

"Mudah-mudahan pipa PDAM bisa segera membantu ketersediaan air bersih untuk rumah sakit. Dan, saat ini berharap keluarga pasien sementara untuk menghemat tidak lagi mencuci pakaian di rumah sakit," pintanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved