Berita Banjarbaru

Pemprov Kalsel Evaluasi BUMD, Mengejutkan Deviden 2 BUMD Ini Sempat Nol Rupiah

Pemprov Kalsel melakukan evaluasi terhadap perushaaan BUMD milik Pemprov Kalsel. Ternyata, dua perusahaan ini sempat nol deviden

Pemprov Kalsel Evaluasi BUMD, Mengejutkan Deviden 2 BUMD Ini Sempat Nol Rupiah
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Haris, ketika memberikan penjelasan soal kondisi BUMD Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Keberadaan bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, dianggap peluang yang bagus bagi perusahaan daerah Kalsel untuk melakukan terobosan untuk mencari peluang agar bisa menambah sumber pendapatan daerah di Kalsel.

Menurut Sekda Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Haris Makkie, Jumat (6/9/2019) peluang adanya bandara baru ini juga dikomunikasikan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ambil bagian.

"Ya pastinya kita akan ambil bagian dan juga dipikirkan. Agar jangan bagaimana nanti hanya menjadi penonton. Tapi bentuknya apa nanti ada lah, " tandas Sekda Abul Haris.

Sejauh ini, Sekda melihat peranan BUMD di Kalsel sudah menujukkan semangat yang positif meski memang ada beberapa sektor yang sedang diperbaiki dan perlu dievaluasi.

Baca: 5 Bulan Terpisah Erin dan Andre Taulany Tampil Bersama Lagi, Sahabat Sule Itu Ungkap Hal Ini

Baca: Bertemu Kevin-Marcus, Begini Reaksi Aidil Pebulutangkis Berbakat Tanahbumbu

Baca: Kepanikan Fairuz A Rafiq Lihat Kondisi Cut Meyriska, Mertua Roger Danuarta Curhat Sakit sang Putri

Baca: Setiap Penduduk Kotabaru Meninggal Dapatkan Santunan Rp 1 juta, Ini Syaratnya

Dia sependapat bahwa BUMD yang baik akan menambah kemandirian finansial pemerintah daerah pula.

Abdul Haris menjelaskan pemerintah daerah, terus mendorong agar BUMD di Kalsel berkembang dengan baik serta mempunyai feedback yang baik pula bagi pemerintah daerah.

Diuraikan dia, dari hasil Rapat Intern pada Biro Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah, menujukkan ada angka pergerakan deviden yang masuk penyubang Pendapatan Asli Daerah yang mulai nampak.

Namun ditegaskan pula jika kemudian tidak sesuai harapan, bisa saja nanti Pemprov menyarankan untuk dievaluasi untuk dirombak. "Ya bisa saja nanti dirombak untuk dievaluasi," kata dia.

Dimana semula PT Bangun Banua dan Askrida yang dilaporkan nol, namun dalam 05 September 2019 ada perkembangan.

"Untuk PT. ASKRIDA Rp 350.497.740 dan PT. BANGUN Banua Rp 828. 276.527," urai Sekda melalui data yang disampaikan.

Halaman
123
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved