Kabut Asap

16 Perusahaan Diduga Penyumbang Kabut Asap di Kalteng, Satu di Antaranya Sudah Tahap Penyidikan

Kepala Dinas Perhubungan Kotim, H Fadlian Noor, mengatakan tebalnya kabut asap telah berjadi beberapa kali.

16 Perusahaan Diduga Penyumbang Kabut Asap di Kalteng, Satu di Antaranya Sudah Tahap Penyidikan
BPost Cetak
BPost edisi cetak Sabtu (7/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kepala Dinas Perhubungan Kotim, H Fadlian Noor, mengatakan tebalnya kabut asap telah berjadi beberapa kali.

"Penerbangan pagi terganggu lagi hari ini karena jarak pandang di bandara berkisar antara 50 meter dan 100 meter saja. Jelas pesawat tidak berani mendarat," katanya.

Sebanyak 16 koorporasi diduga menjadi penyumbang kabut asap di Kalteng.

Kepala Biro Operasi Polda Kalteng, Kombes Rinto Djatmono, mengatakan pihaknya terus melakukan proses hukum atas kebakaran di lahan 16 perusahaan tersebut.

Baca: Jarak Pandang Berkisar 50-100 Meter, Tiga Penerbangan Tertunda Mendarat di Bandara H Asan Sampit

Baca: Mantan Ruben Onsu, Vanessa Angel Sebut Nama Ayu Ting Ting di Tengah Kisruh dengan Sang Ayah

Baca: Bandingkan Jet Pribadi Syahrini dan Maia Estianty Saat Pamer Bersama Suami, Reino Barack dan Irwan

Baca: Beda Jauh Jatah Bulanan Nagita Slavina dan Amy Qanita, Ibu Raffi Ahmad Pernah Dibongkar Feni Rose?

Sampai Jumat (6/9) sudah ada 34 laporan polisi mengenai karhutla di Kalteng.

“Sudah 42 orang yang ditetapkan sebagai tersangka pembakar lahan. Ada 16 koorporasi yang masih kami lakukan penyelidikan. Satu di antaranya sudah naik ke tahap penyidikan," kata Rinto.

Menurut dia, satu koorporasi yang dinaikkan statusnya ke penyidikan tersebut berada di Kabupaten Pulangpisau.

Perusahaan itu diduga membakar lahan untuk membuka lahan perkebunan.

Polda juga menyelidiki kebakaran lahan di lahan sebuah perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Pundu Kotim yang membuat warga menjadi terganggu.

"Ya, kebakaran lahan HTI di Pundu itu juga kami proses, saat ini diselidiki ," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved