Berita Tabalong

Desa Nawin Tabalong Dibangunkan Embung, Sawah Seluas 60 Hektare Kini Terairi

Petani di Desa Nawin Kecamatan Haruai Kbaupate Tabalong tak lagi kesulitan untuk mengairi sawahnya.

Desa Nawin Tabalong Dibangunkan Embung, Sawah Seluas 60 Hektare Kini Terairi
banjarmasinpost.co.id/reni kurnia wati
Embung di Desa Nawin yang dibangun tahun lalu membuat petani tidak lagi kesulitan air untuk mengairi sawah mereka 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kabupaten Tabalong memiliki lahan pertanian yang luas dengan hasil produksi beras yang tinggi. Beberapa tahun terakhir, bahkan pencapaian hasil produksi gabah Kabupaten Tabalong melebihi target.

 Untuk meningkatkan hasil pertanian Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian membangun berbagai sarana dan prasarana. Beberapa sarana yang dibangun seperti pembangunan pintu air dan embung.

Dengan bantuan pintu air petani bisa mengatur keluar masuk air selama proses tanam padi. Meskipun produksi padi sudah surplus namun tetap harus ditingkatkan agar bisa memperluas jangkauan distribusi beras asal Tabalong.

Salah satu desa yang mendapatkan pembangunan sarana pertanian adalah Desa Nawin Kecamatan Haruai. Tahun lalu di desa Nawin dibangun embung dan juga parit untuk mengalirkan air.

Baca: Kemarau, Wisata Air Goa Limbuhang Haliau Tetap Ramai, Dihipnotis Keindahan Goa di Barabai

Baca: Juru Kemera Terpental, Gigi Depannya Rontok Ditabrak Mobil Pembalap Kejurnas Auto Gymkhana di Tegal

Baca: Cuplikan Gol & Hasil Akhir Timnas U-19 Indonesia Vs Iran Jelang Piala Asia U-20 2020, Skor Akhir 2-4

Baca: Viral Kisah Siswa SMK Terpaksa Tinggal di UKS Sekolah, Dibiaya Orangtua Asuh, Ini 5 Faktanya

Marhani Kepala Desa Nawin mengatakan pihaknya telah membangun jalan usaha tani untuk memudahkan warga dalam mengangkut hasil pertanian.

Dengan bantuan pembangunan embung padi pada tahun lalu bisa mengairi area persawahan seluas 60 hektar yang berada disekitar embung.

Dan tahun ini kembali dibangun penampungan air yang berada di atas sehingga bisa mengalirkan air yang berada di embung lebih jauh lagi.

Awalnya petani masih kesulitan mengalirkan air dari embung ke lahan pertanian karena memerlukan mesin air.

"Dengan adanya penampungan air yang berada diatas air bisa mengalir lebih jauh tanpa bergantung dengan mesin air, saat ini masih dalam tahap pembangunan yang dilaksanakan oleh Dinas PUPR," ujarnya.

Anang mengatakan para petani nantinya juga akan dibekali kemampuan untuk memaksimalkan lahan pertanian, misalnya dengan menanam buah buahan di sekitar lahan pertanian.

Halaman
12
Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved