Berita Tapin

Juara Lomba Tari Tradisional, Penari SMPN 2 Rantau Wakili Kodim 1010 Rantau ke Korem 101 Antasari

Penari SMPN 2 Rantau keluar dalam gelaran lomba tari tradisional. Mereka berhak mewakili Kodim 1010 Rantau untuk berlomba ke provinsi

Juara Lomba Tari Tradisional, Penari SMPN 2 Rantau Wakili Kodim 1010 Rantau ke Korem 101 Antasari
banjarmasinpost.co.id, mukhtar wahid
Kapten Inf Yanto, Pasiter Kodim 1010 Rantau memberikan trofi dan uang pembinaan Rp 2 Juta bagi penari SMPN 2 Rantau sebagai juara pertama Lomba Tari Tradisional Komsos Kreatif di halaman Makodim Rantau, Sabtu (7/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Penari SMPN 2 Rantau bersorak gembira dan menangis kegirangan karena mewakili Kodim 1010 Rantau berlomba di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Itu setelah dinyatakan sebagai juara pertama oleh dua juri lomba tari tradisional yang didatangkan panitia pelaksana dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tapin.

Raut wajah bahagia juga terpancar dari Wakil Kepala SMPN 2 Rantau, Wahyudi Noor seraya mengangkat jari telunjuknya.

Itu karena anak didiknya berhasil tampil maksimal dan meraih juara pertama lomba tari tradisional dan berhak atas trofi dan uang pembinaan Rp 2 Juta.

Baca: Dipelihara Sejak Usia 2 Bulan, Anjing Sparta Bimo Aryo Menangis Saat Dievakuasi

Baca: Teror Mistis Ruben Onsu & Ashanty Mengganggu, Sahabat Ayu Ting Ting, Artis Ini Juga Dapat ‘Serangan’

Baca: Heboh Penemuan Ikan Hiu di Sungai Musi, Sayang Setelah Ditangkap Ikan Mati Lalu Dijadikan Ikan Asin

Baca: M Rozian, Santri Asal Banjarbaru Tewas Ditusuk di Cirebon Jawa Barat, Polisi Lacak Pelaku Lewat CCTV

"Anak-anak latihan menari hanya 14 hari. Itu tarian pertama kali dibawakan. Namanya tarian kanjar mandau," katanya.

Saat menari, penari SMPN 2 Rantau, terdiri dari tujuh penari memakai aksesoris dan kostum seperti suku dayak di Kalimantan.

Menggunakan properti berbentuk senjata tajam jenis mandau, para penari itu memainkan tarian perang melawan penjajah kampungnya yang didatangi penjajah dan kala suaminya sedang bertani.

Sinopsinya, kepiawaian perempuan suku Dayak di pedalaman Kalimantan menggunakan senjata tajam jenis mandau, ritual kebal terhadap berbagai senjata saat perempuan suku Dayak itu berperang.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id dari Kepala Staf Kodim 1010 Rantau, Mayor Inf Hariono, lomba tari tradisional itu merupakan kegiatan program komunikasi sosial kreatif.

Baca: Kronologi Sopir Taksi Online di Kota Depok Ditembak dan Mobilnya Dirampas Oknum TNI

Baca: BERLANGSUNG! Kickoff Link Live Streaming TVOne Madura FC vs PSBS Biak di Liga 2 2019

Baca: Kagetnya Abdul Rozak Melihat Ayu Ting Ting dan Shaheer Sheikh Bersanding

Penampilan tarian tradisional itu mengangkat kearifan lokal dan bercerita peperangan menghadapi para penjajah.

"Makanya tari perang suku Dayak Kalimantan pas dengan kearifan lokal di Kabupaten Tapin ini. Pemenang lomba tari itu akan tampil kembali di Korem 101 Antasari di Kota Banjarmasin, pada Senin (9/9/2019) bersaing dengan wakil dari Kodim se Kalsel," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved