Berita Kalteng

Jarak Pandang Hanya 50 Meter -100 Meter di Bandara H Asan Sampit, 3 Pesawat Tak Bisa Mendarat

Tiga pesawat dari maskapai Nam Air dan Wings Air itu dari Palangkaraya tujuan Sampit, Surabaya tujuan Sampit dan Jakarta tujuan Sampit.

Jarak Pandang Hanya 50 Meter -100 Meter di Bandara H Asan Sampit, 3 Pesawat Tak Bisa Mendarat
tribunkalteng.com/faturahman
Bandara H Asan Sampit hingga Senin (2/9/2019) sore diselimuti kabut asap dampak kebakaran lahan di Kabupaten Kotim. Upaya pemadaman dilakukam dari darat dan udara menggunakan helikopter Water Booming. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kabut asap tebal yang merupakan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah(Kalteng), Jumat (6/9/2019), mengganggu penerbangan di Bandara H Asan Sampit.

Jarak pandang di bandara, kemarin pagi, hanya berkisar 50-100 meter. Akibatnya jadwal pendaratan dan penerbangan tiga pesawat delay alias tertunda.

Tiga pesawat dari maskapai Nam Air dan Wings Air itu dari Palangkaraya tujuan Sampit, Surabaya tujuan Sampit dan Jakarta tujuan Sampit.

Sedianya pesawat mendarat atau landing pada pukul 07.00 WIB sampai 10.00 WIB. Namun akibat kabut, ketiganya baru datang siang saat jarak pandang memungkinkan. Pesawat pun segera bertolak mengangkut penumpang.

Baca: Beda Jauh Jatah Bulanan Nagita Slavina dan Amy Qanita, Ibu Raffi Ahmad Dibongkar Feni Rose?

Sejumlah penumpang tampak gelisah menunggu pesawat. “Saya berangkat dari rumah subuh. Saat tiba di bandara asap tebal. Sudah bisa ditebak pesawat akan delay. Terpaksa sabar saja menunggu,” ujar Nur Hikmah, calon penumpang Nam Air.

Kepala Bandara H Asan, Havandi, saat dikonfirmasi, mengatakan semua pesawat yang dijadwalkan kemarin mendarat dan terbang siang. “Asap cukup tebal di landasan,” ujarnya. Dia menyatakan jadwal penerbangan di bandaranya akan menyesuaikan kondisi jarak pandang.

Kepala Dinas Perhubungan Kotim, H Fadlian Noor, mengatakan tebalnya kabut asap telah berjadi beberapa kali. “Penerbangan pagi terganggu lagi hari ini karena jarak pandang di bandara berkisar antara 50 meter dan 100 meter saja. Jelas pesawat tidak berani mendarat,” katanya.

Sebanyak 16 koorporasi diduga menjadi penyumbang kabut asap di Kalteng. Kepala Biro Operasi Polda Kalteng, Kombes Rinto Djatmono, mengatakan pihaknya terus melakukan proses hukum atas kebakaran di lahan 16 perusahaan tersebut.

Baca: Balas Elza Syarief Melaney Ricardo Sebut Rugi Buntut Amarah Nikita Mirzani di Acara Hotman Paris

Sampai Jumat (6/9) sudah ada 34 laporan polisi mengenai karhutla di Kalteng. “Sudah 42 orang yang ditetapkan sebagai tersangka pembakar lahan. Ada 16 koorporasi yang masih kami lakukan penyelidikan. Satu di antaranya sudah naik ke tahap penyidikan,” kata Rinto.

Menurut dia, satu koorporasi yang dinaikkan statusnya ke penyidikan tersebut berada di Kabupaten Pulangpisau. Perusahaan itu diduga membakar lahan untuk membuka lahan perkebunan.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved