Berita Regional

Sebelum Ditemukan Terkubur di Lereng Bukit, Balita ini Alami Penyiksaan Mengerikan Sang Ayah Tiri

MI balita 2 tahun yang ditemukan terkubur di lereng bukit merupakan korban penganiayaan ayah tiri

Sebelum Ditemukan Terkubur di Lereng Bukit, Balita ini Alami Penyiksaan Mengerikan Sang Ayah Tiri
(Dok. Polres Langkat)
Proses pengambilan jasad balita di sebuah bukit di Dusun I, Desa Ponco Warno Kecamatan Salapian, Langkat. Pelaku adalah ayah tirinya. Polisi masih mendalami keterli atau ibu kandungnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mayat balita berusia 2 tahun yang ditemukan terkubur di lereng bukit di Dusun 1, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Langkat terungkap adalah MI.

MI menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri. Sebelum tewas, MI mengalami penganiayaan hebat yang membuatnya tewas.

Kronologis penemuan MI bermula pada pada Rabu (4/9/2019), masyarakat melapor ke polisi setelah mencium aroma menyengah di sekitar bukit.

Ada gundukan tanah mencurigan di lereng bukit di Dusun 1, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Langkat.

Baca: Skor 2-4! Hasil Timnas U-19 Indonesia Vs Iran Laga Ujicoba LIVE RCTI, 6 Gol Tercipta di Babak Kedua

Baca: Ibnu Harapkan Hipmi Berkolaborasi Ciptakan Lebih Banyak Pengusaha di Banjarmasin

Baca: Pengakuan Jujur Ammar Zoni & Irish Bella Pacaran Seperti Suami Istri, Tanggal Nikah Siri Diungkap

Baca: Ini Kronologi Bom Pesawat Sukhoi Seberat 100-125 Kg Jatuh di Kebun Tebu Lumajang, Warga Ketakutan

Polisi dan warga pun membongkar gundukan tanah tersebut. Mereka menemukan jenazah bocah yang dibungkus dengan kain di kedalaman sekitar 50 sentimeter.

Setelah diotopsi di RS Bhayangkara, diketahui jenaxah itu adalah MI yang masih berusia 2 tahun, anak kandung Sri Astuti (28) warga Dusun VIII Air Hitam, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat.

Disiksa selama 6 hari oleh ayah tiri

MI tewas ditangan Riki Ramdhan (30), ayah tirinya sendiri.

Dari keterangan polisi diketahui pria warga Desa Sei Tembuh, Kelurahan Pekan Kuala, Kabupaten Langkat menikah dengan Sri Astuti, ibu kandung korban sejak setahun yang lalu.

Penganiayaan dilakukan karena Riki hanya karena kesal sang anak susah diatur.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved