Berita Jakarta

Soal Kasus Munir, Kontras Sebut Respons Presiden Jokowi Hanya Mengedepankan Seremonial

Oleh karena itu, dia pun meminta agar Presiden dapat memastikan perintahnya kepada Polri dan Jaksa Agung itu sudah dilakukan.

Soal Kasus Munir, Kontras Sebut Respons Presiden Jokowi Hanya Mengedepankan Seremonial
(Ambaranie Nadia K.M)
Wakil Koordinator Bidang Advokasi Kontras, Yati Andriani dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (10/12/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan ( Kontras) Yati Andriyani terkait kasus Munir meminta agar Presiden Joko Widodo dapat memastikan perintahnya kepada Polri dan Jaksa Agung itu sudah dilakukan.

Dilansir Kompascom Yati menyebutkan respons Presiden Joko Widodo terkait penyelesaian kasus pembunuhan Munir bisa menjadi masalah. 

Menurut Yati, dalam penuntasan kasus Munir, Jokowi hanya mengedepankan seremonial. Presiden, kata dia, seolah tak pernah mengecek langsung hingga sejauh mana pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kasus ini menyelesaikan tugasnya.  

Yati menuturkan, Presiden pernah mengaku sudah memerintahkan jaksa agung dan kepolisian untuk mencari dokumen yang dihilangkan terkait kasus pembunuhan Munir.

"Tapi kami tidak melihat ada upaya lebih dari Presiden setelah itu. Apakah Presiden mengecek, mengontrol, memastikan anak buah sudah mencari dan mempelajari dokumen tersebut?" kata Yati saat konferensi pers 15 tahun kasus pembunuhan Munir di Kantor KontraS, Jumat (6/9/2019).

Baca: Masih Bantah Jadi Eksekutor Munir, Pollycarpus Siap Buka-bukaan

"Kami berpendapat cara Presiden yang hanya merespons dengan cara artificial, hanya dengan respons seremonial itu menjadi masalah," lanjut dia.

Oleh karena itu, dia pun meminta agar Presiden dapat memastikan perintahnya kepada Polri dan Jaksa Agung itu sudah dilakukan.

"Caranya dengan memanggil mereka," kata dia.

Adapun pada Sabtu (7/9/2019) merupakan tepat 15 tahun peristiwa pembunuhan Munir, sang aktivis HAM.

Munir dibunuh di dalam pesawat maskapai Garuda jurusan Amsterdam dengan cara diberikan racun arsenik pada 7 September 2004.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved