Kabut Asap

Untuk Memantau Titik Api, Pilot Menerbangkan Heli Setinggi 500 Kaki

Dari 1 Januari hingga 5 September 2019 tercatat sudah 960 kebakaran lahan dengan luas sekitar 2719,49 hektare.

Untuk Memantau Titik Api, Pilot Menerbangkan Heli Setinggi 500 Kaki
BPost Cetak
BPost edisi cetak Sabtu (7/9/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dari 1 Januari hingga 5 September 2019 tercatat sudah 960 kebakaran lahan dengan luas sekitar 2719,49 hektare.

Sejak bertugas pada 1 Agustus lalu, Fariz tidak sendiri.

Dia ditemani Helicopter Landing Officer (HLO) Imam Sasmito.
Posisi Imam juga penting.

Selain menemani pilot, dia merekam dalam bentuk foto dan video untuk sesegera mungkin dilaporkan ke Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel.

Saat ditanya apa tidak takut mengemudikan heli yang terbilang kecil itu, Fariz mengaku tidak.

Baca: Kisah Pilot Heli yang Patroli di Langit Kalsel, Terbang Dua Kali Sehari, Patroli Sekitar Dua Jam

Baca: Mantan Ruben Onsu, Vanessa Angel Sebut Nama Ayu Ting Ting di Tengah Kisruh dengan Sang Ayah

Baca: Bandingkan Jet Pribadi Syahrini dan Maia Estianty Dua Istri Pengusaha Reino Barack dan Irwan Mussry

Baca: Beda Jauh Jatah Bulanan Nagita Slavina dan Amy Qanita, Ibu Raffi Ahmad Pernah Dibongkar Feni Rose?

"Kalau goyang-goyang itu sudah biasa. Supaya heli tidak terlalu bergoyang, kami biasanya memutar heli agar searah dengan angin," jelasnya.

Helikopter yang disewa Badan Nasional Penanggulangan Bencana itu, menurutnya, sudah sangat canggih.

Heli ini sudah menggunakan sistem auto pilot.

"Navigasinya juga canggih. Kita bisa melihat berapa ketinggian gunung dan pesawat di atas kita," ujarnya.

Untuk memantau titik api, dia mengungkapkan rata-rata helikopter diterbangkannya setinggi 500 kaki.

"Sebenarnya heli bisa terbang sampai 2.000 kaki. Tapi kalau terlalu tinggi tidak bisa melihat dan memfoto titik api," jelasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved