Berita Kesehatan

Alami Kelamin Ganda, Untuk Pastikan Jenis Kelaminnya Bocah 3 Tahun di Cianjur Ini Harus Tunggu Besar

Bocah Ar (3) mengalami kelainan kelamin ganda. Karena itu, penangananya masih harus menunggu Ar Besar setelah dipastikan kecenderungan kelaminnya.

Alami Kelamin Ganda, Untuk Pastikan Jenis Kelaminnya Bocah 3 Tahun di Cianjur Ini Harus Tunggu Besar
(KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN)
AR (3), bocah asal Kampung Mareleng, Kecamatan Haurwangi, Desa Kertamukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memiliki kelainan pada organ vitalnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Penyakit Hipospadia dan kelainan undescendes testis atau sering disebut kelamin ganda dialami seorang bocah berinisial Ar (3 tahun) asal  Kampung Mareleng, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Tindakan terhadap Ar baru bisa dilakukan setelah besar ketika ada kepastian kecenderungan Ar mengarah pada kelamin laki-laki ataukah perempuan.

Hipospadia adalah suatu kelainan di mana letak lubang kencing (uretra) berada di bagian bawah penis.

Sebagian kasus uretra ini terletak di bagian bawah kepala penis dan sebagian yg lain terletak di bagian bawah batang penis.

Baca: Breaking News : Dikejar Polisi, Pencuri Sapi Ini Tembak 1 Polisi dan 1 Anak Luka Tembak di Kepala

Baca: BERLANGSUNG! Link Live Streaming Mola TV Inggris vs Bulgaria di Kualifikasi Piala Eropa (Euro 2020)

Baca: Terlibat Baku Tembak, Begini Kronologis Bandar Sabu Ditembak Mati, Polisi Amankan 400 Gram Sabu

Baca: 26 Finalis Nanang Galuh Kalsel Nantikan Penentuan, Paman Birin Berikan Pesan Ini

Sedangkan Undescended Testis (UDT) merupakan suatu kondisi di mana testis tidak terletak di dalam kantung pelir.

Menurut Spesialis Seksolog dan Anti-aging, dr Haekal Anshari M Biomed AAM, kelamin ganda terjadi akibat kelainan hormon yang terjadi semasa kehamilan.

Dikatakan Haekal, jaringan yang membentuk organ kelamin pada laki-laki dan perempuan pada dasarnya sama. Namun hormon pria yang akan mempengaruhi pertumbuhan jaringan organ kelamin tersebut, hingga nantinya tumbuh menjadi kelamin laki-laki atau penis.

"Secara genetik jenis kelamin ditentukan oleh kromosom. Sel telur membawa kromosom X dan sel sperma dapat membawa kromosom X atau Y. Nah, jika sperma membawa kromosom X maka janin akan tumbuh dengan jenis kelamin perempuan dan bila sperma membawa kromosom Y maka janin tumbuh dengan jenis kelamin laki-laki," katanya.

Apabila secara genetik, misalnya karena sperma membawa kromosom Y dan bertemu dengan kromosom X, yang dibawa sel telur maka menjadi laki-laki. Tapi bila tidak memiliki hormon laki-laki, maka bisa terbentuk kelamin ganda.

Begitu juga terjadi dengan bayi perempuan. Kromosom X dari sperma bertemu dengan kromosom X dari sel telur, namun hormon laki-laki yang akan membuat kelaminnya tumbuh ambigu atau ganda.

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved