Berita Kabupaten Banjar

Kemarau Panjang, Tanah Persawahan di Tatah Amuntai Kertak Hanyar Retak-retak

Dampak musim kemarau berkepanjangan, mengakibatkan sebagian tanah sawah maupun tanah pertanian di Kalsel mengalami retak-retak.

Kemarau Panjang, Tanah Persawahan di Tatah Amuntai Kertak Hanyar Retak-retak
Banjarmasinpost.co.id/Jumadi
Tanah persawahan di Tatah Amuntai, Desa Sungai Lakun RT01, kilometer 10, Kelurahan Kertak Hanyar, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar tampak retak-retak. Muhran (63) pemilik 3 hektare sawah menunjukkan tanah yang retak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dampak musim kemarau berkepanjangan, mengakibatkan sebagian tanah sawah maupun tanah pertanian di Kalsel mengalami retak-retak.

Salah satunya yang terjadi di Tatah Amuntai, Desa Sungai Lakun RT01, kilometer 10, Kelurahan Kertak Hanyar, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Minggu (8/9/2019) petang.

Dari puluhan hektare lahan sawah yang ditanami padi, hampir separuh tanahnya tampak retak-retak. Ini disebabkan karena sudah lama tidak turun hujan. Ditambah lagi musim kemarau yang berlangsung sekitar 4 bulan ini.

Muhran (63), warga sekitar yang juga memiliki 3 hektare sawah di lokasi itu, saat ditemui mengatakan, tanah sawah yang mengalami retak-retak sudah berlangsung sekitar satu bulan ini.

Baca: LINK Live Streaming Mola TV! Jadwal Timnas Finlandia vs Italia di Kualifikasi EURO 2020 Malam Ini

Baca: SEDANG BERLANGSUNG - Semarak Peringatan Haornas 2019 di Sungai Martapura, Gemerlap Cahaya Lampu

Baca: BREAKING NEWS - Sedan Vs Bus Pulau Indah Adu Kuat di Kabupaten Banjar, PNS Cewek Ngantuk saat Nyopir

Penyebabkan akibat musim kemarau, sehingga air di dasar tanah tampak kering kerontang. Fenomena seperti ini, ungkapnya terjadi dua tahun sekali.

"Di sini kita bisa melihat di bagian lain masih ada padi yang tumbuh dan menguning. Tetapi padinya kosong karena akarnya dimakan keong. Keong salah satu hama tanaman padi. Sehingga padi tak bisa dipanen,"ungkap lelaki pensiunan RRI Nusantara III Banjarmasin.

Ditambahkannya, pemandangan tanah sawah yang retak-retak di Tatah Amuntai, adalah salah satu yang terjadi di sini. Sebab di persawahan kecamatan lain di Kabupaten Banjar, juga mengalami nasip serupa.

Dia berharap adanya perhatian dari pihak terkait, tentunya dari Pemkab Banjar. Sehingga kondisi pasi berisi dan bisa dipanen pada saat kemarau sekarang ini. (banjarmasinpost.co.id/jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved