Berita Tabalong

Sungai Banyak yang Kering, Pembudidaya Ikan di Tabalong Beralih Menanam padi

Pada musim kemarau kali ini tak berbeda jauh dengan musim kemarau tahun sebelumnya dimana banyak aliran sungaibyang kering karena tidak adanya hujan.

Sungai Banyak yang Kering, Pembudidaya Ikan di Tabalong Beralih Menanam padi
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
sungai Kabupaten Tabalong menjadi surut, terlebih di aliran anak sungai di desa desa. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pada musim kemarau kali ini tak berbeda jauh dengan musim kemarau tahun sebelumnya dimana banyak aliran sungaibyang kering karena tidak adanya hujan.

Tidak adanya hujan dalam waktu cukup lamaa ini membuat aliran sungai Kabupaten Tabalong menjadi surut, terlebih di aliran anak sungai di desa desa. Padahal banyaknya aliran sungai Tabalong yang dimanfaatkan warga untuk membudidayakan ikan.

Aliran sungai menjadi berkah bagi warga karena tak perlu membuat tambak yang perlu dana cukup banyak untuk menggali dan membuat pengairannya.

Namun resikonya saat musim kemarau petani ikan akan kesulitan sebab aliran sungai mengering dan air tak cukup banyak untuk memelihara ikan. Dan untuk sementara para petani ikan mengosongkan tambak apung mereka.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG - Semarak Peringatan Haornas 2019 di Sungai Martapura, Gemerlap Cahaya Lampu

Baca: LINK Live Streaming Mola TV! Jadwal Timnas Finlandia vs Italia di Kualifikasi EURO 2020 Malam Ini

Baca: BREAKING NEWS - Sedan Vs Bus Pulau Indah Adu Kuat di Kabupaten Banjar, PNS Cewek Ngantuk saat Nyopir

Seperti yang terjadi di Desa Sungai Anyar kecamatan Banua Lawas, banyak tambak apung yang berada di aliran sungai Tabalong. Kepala Desa Sungai Anyar Khairil Anwar mengatakan sebagian besar yang memiliki tambak apung merupakan warga dari desanya.

Namun saat ini hampir seluruh tambak apung yang ada di sungai telah dikosongkan. Banyak petani ikan yang berhenti sementara memelihara ikan selama musim kemarau.

"Namun karena sudah setiap tahun warga bisa memperkirakan kapan saatnya berhenti untuk memelihara ikan di sungai, sebagian warga beralih menjadi petani karena pada musim kemarau lahan rawa menjadi kering dan bisa ditanami padi," ujarnya.

Untuk membuat tambak apung diperlukan pelampung yang biasanya dibuat daei drum plastik yang berisikan udara. Biasanya para petani ikan memelihara jenis ikan mas atau nila. Untuk aliran sungai besar tambak dibuat dengan lebih kokoh menggunakan atas kayu dan pelampung.

"Untuk di aliran sungai kecil yang biasanya di desa desa para petani ikan cukup menggunakan keramba yang dibuatkan tiang ditiap sisinya untuk mengikat keramba," ujarnya.

Namun saat surut seperti ini biasanya para pemancing ikan justru lebih banyaj mendapatkan ikan sungai. Air yang surut membuat ikan banyak yang berkumpul dan mudab untuk dipancing. Tak heran jika warga yanh memiliki hobi memancing masih ada saja yang mencari ikan di aliran sungai yang telah surut.

Terpisah Camat Banua Anyar Zainuddin mengatakan pemanfaatan air sungai untuk memelihara ikan merupkan inovasi warga dalam memanfaatkan sumber daya alam. Setiap tahun para petani ikan semakin menguasai bagaimana cara yang tepaat untuk memeliharikan disungai. Menyiasati agar tidak mati atau bahkan tidak kebanjiran saat musin penghujan.

"Para petani ikan sudah mahir dalam memprediksi kapan harus memelihra ikan atau mengisongkan tambak dinusim kemarau," ungkapnya.

Zainuddin menambahkan sebagian warganya sat ini jugaa sudah ada yang mulai mengembangkan ikan melalui tambak dengan hatapan bisa terus memelihara ikan tanpa bergantung musim.

"Mulai banyak yang membuat tambak selain bisa memelihara ikan lebih banyak juga lebih aman karena tidak khawatir mati karena kandungan air sungai," ujarnya.

Banjarmasinpost co.id/Reni Kurniawati

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved