Ekonomi dan Bisnis

Dulu Calo Angkutan Umum dan Pencuci Piring, Kini Roy Amazon GM Hotel Berbintang

General Manager Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru, Kalsel, Muhammad Roy Amazon, sempat lama bergelut dengan kerasnya kehidupan Jakarta.

Dulu Calo Angkutan Umum dan Pencuci Piring, Kini Roy Amazon GM Hotel Berbintang
istimewa/roy amazon
Roy Amazon GB Dafam 

BANJARMASINPOST CO.ID, BANJARMASIN - Sebelum terjun ke dunia perhotelan, General Manager Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru, Kalsel, Muhammad Roy Amazon, sempat lama bergelut dengan kerasnya kehidupan Jakarta.

Tahun 1996-2000 ia bekerja sebagai calo angkutan umum di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Pekerjaannya itu dilakukan di sela waktu sekolah semasa SMA dan kuliah agar bisa bertahan hidup di belantara ibukota.

"Alhamdulillah dalam sehari saya bisa mendapat penghasilan antara Rp30 ribu sampai Rp45 ribu," jelasnya.

Baca: Suripno bersama Kedua Anak dan Menantunya, Dilantik eebagai Anggota DPRD Kalsel dan DPRD Banjarmasin

Uangnya sedikit demi sedikit saya kumpulkan untuk makan sehari hari dan biaya bergaul di Jakarta.

"Karir perhotelan saya dimulai tahun 2000 sebagai tukang cuci piring di salah satu restoran cepat saji di Plaza Indonesia, Jakarta," tukasnya.

Setelah lima tahun kemudian, pada 2005 ia mendapat kesempatan untuk pertama kalinya bekerja di luar negeri, bekerja di salah satu hotel bintang 5 di kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Menurut Roy, karyawan adalah aset yang harus dipertahankan. Pendekatan kepemimpinan yang saya pakai adalah gaya humanistik.

Roy Amazon General Manajer (GM) Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru
Roy Amazon General Manajer (GM) Grand Dafam Q Hotel Banjarbaru (istimewa/Roy Amazon)

Pendekatan humanistik terhadap karyawan dan bawahan (pendekatan langsung kepada karyawan) adalah suatu cara yang paling ampuh dalam memimpin. Seperti memberikan motivasi dan melakukan kontrol terhadap kinerja mereka.

Baca: Gaji Anggota DPRD Kota Banjarmasin Rp 1,5 Jutaan, Setelah Dapat Tunjangan Ini & Itu Jadi Rp 30 Juta

Selain itu juga memberikan contoh bagaiman cara menerapkan etika yang baik dalam menyelesaikan pekerjaan mereka sehari-hari, sehingga dengan sendirinya kualitas pelayanan terhadap tamu akan semakin memuaskan tanpa harus diberikan perintah oleh atasannya.

"Visi dan misi saya adalah selalu fokus pada kepuasan tamu atau customer satisfaction, menyenangkan karyawan atau employee satisfaction dan pencapaian target sesuai yang diinginkan oleh manajemen dan pihak pemilik (owners)," tukasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved