Berita Banjar

Jamin Kehigienisan Jajanan, Sekolah di Martapura Ini Terapkan Langkah Begini

Kini makin marak pedagang jajanan yang menempatkan kalangan pelajar menjadi 'pasar' utama mereka.

Jamin Kehigienisan Jajanan, Sekolah di Martapura Ini Terapkan Langkah Begini
banjarmasinpost.co.id/idda royani
JAJANANĀ - Beberapa pedagang jajanan sabar menanti pembeli. Dagangan mereka laris manis dan diminati kalangan anak didik. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Di kalangan pelajar di negeri ini, termasuk di Kalimantan Selatan (Kalsel), jajan di sekolah kian membudaya.

Terlebih lagi, kini juga makin marak pedagang jajanan yang menempatkan kalangan pelajar menjadi 'pasar' utama mereka.

Umumnya, mendekati jam istirahat, pedagang jajanan yang rata-rata menggunakan gerobak kecil tiga roda tersebut, menyemut di sekitar sekolah. Bahkan ada juga ngetem sejak pagi hingga jam pulang.

Jenis makanan dan minuman yang dijual beraneka ragam. Paling dominan berupa gorengan seperti pentol goreng, sosis/nuget goreng, pisang molen, keripik, pempek, dan lainnya.

Baca: Kengerian Dewi Perssik Lihat Sulap Demian Aditya, Suami Sara Wijayanto Gagal Beraksi?

Baca: Karate Lemkari Gemilang Raih Jawara Kejurnas Piala Menpora, Ini Medali yang Disabet Atlet Kalsel

Baca: Pernah Berseteru dan Bawa Kabur Uang Rp 500 Juta, Begini Kini Sosok Sean Putra Ayu Azhari

Baca: Topan Lingling Mengamuk di Korea Utara, 5 Orang Tewas

Aneka jenis minuman segar yang dijual pun banyak pilihan. Namun yang paling mudah dijumpai yakni minuman segar berkemasan (sachet) aneka rasa.

Di Kota Martapura Kabupaten Banjar dan di Kota Pelaihari Kanupaten Tanahlaut, misalnya, kalangan pedagang jajanan seperti itu mudah dijumpai. Contohnya di sekolah swasta di kawasan Jalan Manunggal, Pelaihari dan di kawasan Jalan Tanjungrema Martapura.

Tiap sekolah punya cara tersendiri menyikapi maraknya pedagang jajanan tersebut. Ada yang membiarkan, ada pula yang membinanya. Masing-masing punya argumentasi tersendiri.

Contohnya di SMKN 1 Martapura misalnya. Pihak sekolah setempat melarang pedagang jajanan beraktivitas di lingkungan dan sekitar sekolah.

"Sekolahan kami kan sekolah adiwiyata. Jadi, semua harus tertata rapi. Termasuk dalam hal makanan atau jajanan, juga mesti sehat dan higienis," ucap Kepala SMKN 1 Martapura Dwi Ayati, Senin (09/09/2019).

Ayati mengatakan hal tersebut telah diberlakukan sejak beberapa tahun lalu. "Awalnya dulu juga banyak pedagang jajanan di sekitar sekolah kami," tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved