Berita Kalteng

Kewalahan Padamkan Karhutla di Kalteng, Petugas Kesulitan Mencari Air

Kabut asap dampak kebakaran lahan dan hutan masih terjadi, membuat udara Palangkaraya tidak sehat akibat bercampur debu yang sangat mengganggu

Kewalahan Padamkan Karhutla di Kalteng, Petugas Kesulitan Mencari Air
tribunkalteng.co/fathurahman
Kebakaran lahan di Jalan Tjlik Riwut km 30, arah Palangkaraya-Kasongan, terjadi, Minggu (8/9/2019) memunculkan kabut asap cukup tebal 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kabut asap dampak kebakaran lahan dan hutan masih terjadi, membuat udara Palangkaraya tidak sehat akibat bercampur debu yang sangat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat Bumi Tambun Bungai.

Helikopter Water Boombing, pun masih berseliweran di atas langit Kalimantan Tengah, karena kebakaran lahan secara sporadis masih saja terjadi di berbagai lokasi.

Bahkan, Minggu (8/9/2019) kebakaran lahan gambut di Jalan Tjilik Riwut 30 arah Palangkaraya- Kasongan (Katingan) terbakar tidak ada yang memadamkannya.

Petugas pemadam kebakaran lahan dan hutan kewalahan memadamkan kebakaran lahan yang terjadi secara sporadis, di beberapa titik, sehingga ada lahan terbakar yang luput dari pemantauan.

Baca: Curhat Pilu Aliya Rajasa Saat Ultah SBY yang Berbarengan 100 Hari Ani Yudhoyono Meninggal Dunia

Baca: Ditilang Hari Pertama Penerapan Ganjil Genap, Begini Reaksi Suami Dewi Perssik, Angga: Saya Tak Tahu

Baca: Artis Peran Jefri Nichol Bakal Dengarkan Dakwaan Jaksa Terkait Kasus Ganja dalam Sidang Hari Ini

Baca: Bukti Sule & Naomi Zaskia Tak Punya Hubungan Spesial Terungkap, Ayah Rizky Febian Putus?

"Kami kesulitan mencari air, karena rata-rata parit kering," ujar Budi salah satu relawan pemadaman kebakaran.

Dia mengatakan, lahan gambut yang terbakar sudah dilakukan penyemprotan pada bagian atasnya, tetapi hujan jarang turun, dan api masih membakar lahan bagian bawah.

Sementara itu, Ketua Fraksi Gabungan DPRD Kalteng, Tommy, meminta agar pemerintah terus mengupayakan penanganan pemadaman kebakaran yang melanda hutan dan lahan di Kalteng, bisa diminimalisir, sehingga bisa mengurangi dampak kabut asap yang terjadi dalam sebulan ini.

"Kabut asap kembali tebal. Kami harapkan pemerintah melalui dinas dan badan yang terkait terus aktif melakukan pemadaman. Jangan sampai kebakaran hutan dan lahan semakin meluas,"ucap Tommy, Putra Mantan Wakil Gubernur Kalteng, H Ahmad Diran.

Dia berharap lokasi-lokasi kebakaran yang jauh di dalam hutan tetap dipadamkan hingga tuntas, utamanya melalui udara.

"Kebakaran yang jauh di dalam hutan, diharapkan tetap dipadamkan melalui udara, karena tidak mungkin melalui darat," ucapnya.

Tomy yang terpilih dari deeah pemilihan Kalteng V, yakni Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau ini menyarankan agar kembali dilakukan Salat Istisqo yang diprakarsai jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng dan pemuka agama Islam lainnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved