Berita Internasional

Pilot Bakal Gelar Aksi Mogok Terbang karena Gaji Dinilai Tak Layak, Ini Tanggapan British Airways

Para pilot maskapai British Airways telah melakukan mogok terbang karena sengketa gaji yang disinyalir tidak adil.

Pilot Bakal Gelar Aksi Mogok Terbang karena Gaji Dinilai Tak Layak, Ini Tanggapan British Airways
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi British Airways. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Para pilot maskapai British Airways telah melakukan mogok terbang karena sengketa gaji yang disinyalir tidak adil.

Adapun pemogokan itu terjadi hari ini, Senin (9/9/2019), Selasa (10/9/2019), dan 27 September 3019 mendatang.

Sekretaris Jenderal serikat pilot BALPA Brian Strutton menyatakan aksi ini harus diredam secepatnya.

Sebab, pemogokan akan lebih banyak merugikan perusahaan ketimbang investasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan perselisihan.

"Sudah waktunya untuk kembali ke meja perundingan dan mengumpulkan tawaran serius yang akan mengakhiri perselisihan ini," kata Brian Strutton dikutip dari Channel News Asia, Senin (9/9/2019).

Baca: Ditilang Hari Pertama Penerapan Ganjil Genap, Begini Reaksi Suami Dewi Perssik, Angga: Saya Tak Tahu

Baca: Mirip dengan ‘Rudal’ Pria, Ternyata Markisa di Batola Rasanya Mirip Buah Pir, Enak Buat Es Buah

Baca: Hantam Bus Mira di Nganjuk, Tiga Penumpang Innova Tewas dan 1 Luka Berat

Strutton merinci, BALPA telah menolak kenaikan gaji sebesar 11,5 persen selama tiga tahun yang diusulkan maskapai pada bulan Juli. Menurutnya BA harus berbagi lebih banyak keuntungan dengan para pilotnya.

BALPA menemukan, gaji co-pilot dan gaji junior yang rata-rata sekitar 70.000 euro turun menjadi hanya 26.000 euro.

Ini membuat sebagian orang berutang karena mereka harus terlebih dahulu menjalani pelatihan yang harganya sekitar 100.000 euro.

Di sisi lain, BALPA melihat adanya lompatan laba sebelum pajak hampir 10 persen yang dilaporkan induk perusahaan.

Sementara itu, pihak British Airways menyatakan peningkatan gaji sebesar 11,5 persen akan membuat kapten penerbangan menerima gaji kelas dunia sekaligus manfaat sekitar 246.000 dollar AS per tahun.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved