Berita Kabupaten Banjar

Sepekan Diselimuti Asap Kebakaran Lahan, Segini Jumlah Penderita ISPA di Kabupaten Banjar

Tiap kemarau panjang seperti saat ini selalu dibarengi kebakaran lahan maupun hutan. Sejak sepekan terakhir asap pun kerap menyelimuti dan mengganggu

Sepekan Diselimuti Asap Kebakaran Lahan, Segini Jumlah Penderita ISPA di Kabupaten Banjar
Banjarmasinpost.co.id/idda royani
Kepala Dinkes Banjar Ikhwansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tiap kemarau panjang seperti saat ini selalu dibarengi kebakaran lahan maupun hutan. Sejak sepekan terakhir asap pun kerap menyelimuti dan mengganggu pernapasan.

Di wilayah Kabupaten Banjar, ada beberapa tempat yang diselimuti asap seperti wilayah Kecamatan Gambut, Sungaitabuk, Kertakhanyar, dan Martapura Barat. Meski saputan asap tak separah di kawasan Lianganggang dan Batibati (Kabupaten Tanahlaut), namun tetap saja menyebabkan gangguan kesehatan.

Penderita penyakit inpeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pun menanjak. "Memang ada peningkatan jumlah pasien ISPA, namun tak seberapa," ucap Kepala Dinas Kesehatan Banjar Ikhwansyah, Senin (09/09/2019).

Pejabat eselon II di Bumi Barakat ini menuturkan sejak Januari 2019 hingga saat ini (pekan pertama September) jumlah total penderita ISPA di Kabupaten Banjar sebanyak 1.543 orang. Penderitanya ada yang anak-anak maupun dewasa.

Baca: VIRAL Video Pengendara di Banjarmasin Kesurupan Jurus Silat saat Ditilang, Polisi: Tetap Ditilang

Baca: Bacaan Niat Puasa Asyura Amalan Sunnah Puasa 10 Muharram, Esok Selasa (10/9/2019)

Baca: 3 Fakta Mengejutkan Pembunuhan Santri dari Banjarmasin, Setelah Tusuk Rozian Pelaku Cari Mangsa Lagi

"Penderita ISPA terbanyak di wilayah Kecamatan Sungaitabuk yakni 263 orang dan terendah di Kecamatan Aluhaluh yakni 74 orang," beber Ikhwansyah.

Dikatakannya, secara umum saputan asap saat ini belum memunculkan dampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat di Banjar. Bahkan pada periode Agustus terjadi penurunan jumlah penderita.

"Data detailnya ada pada staf. Yang jelas kami juga telah melakukan upaya pencegahannya guna meminimalisasi dampak asap saat ini. Di antaranya melalui pembagian masker kepada masyarakat," tandas Ikhwansyah.

Masker telah didistribusikan ke seluruh puskesmas yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Banjar dan telah dibagikan kepada masyarakat. "Stok masker juga masih aman di kantor Dinkes Banjar. Masih banyak, ribuan," tegasnya.

Ia menyarankan kepada masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah pada waktu tertentu saat asap mulai menyelubungi udara yakni saat malam dan pagi. Jika harus harus bepergian mesti menggunakan masker.

"Jika tak punya masker, bisa menggunakan sapu tangan yang dibasahi lebih dulu," sebutnya.

Sekadar diketahui, ISPA adalah infeksi akut yang menyerang satu komponen saluran pernapasan bagian atas. Bagian saluran pernapasan atas yang terkena bisa meliputi hidung, sinus, faring, dan laring.

Bagian sistem pernapasan tersebut akan mengarahkan udara yang kita hirup dari luar ke trakea dan akhirnya ke paparu-paru di mana respirasi berlangsung.

Meskipun infeksi saluran pernapasan atas dapat terjadi kapan saja, tapi penyakit paling sering terjadi pada musim hujan, dari bulan September sampai Maret. Pencegahan penyakit ini yakni mengurangi faktor risiko yang ada.

Ada beberapa gejala yang umumnya tidak disadari telah terjangkit infeksi saluran pernapasan. Gejala umum ISPA yakni hidung tersumbat dan pilek. Bila gejala ini dialami maka harus segera minum obat dan istirahat di rumah.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved