Berita Kalteng

Kabut Asap Makin Pekat, Ratusan Pelajar dan Warga Palangkaraya Gelar Salat Istisqo

Warga yang bepergian keluar rumah rata-rata menggunakan masker untuk menutupi hidung agar tidak menghirup langsung kabut asap.

Kabut Asap Makin Pekat, Ratusan Pelajar dan Warga Palangkaraya Gelar Salat Istisqo
polres palangkaraya
Warga dan pelajar di Kecamatan Bukitbatu Palangkaraya, Kalteng, Selasa (10/9/2019) melakukan salat istisqo 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PAKANGKARAYA - Kebakaran lahan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, hingga, masih terjadi.

Kabut asap pun makin pekat menyelimuti Kota Cantik

Warga yang bepergian keluar rumah rata-rata menggunakan masker untuk menutupi hidung agar tidak menghirup langsung kabut asap.

Karena bau asap sudah sangat menyengat dan menyesakkan dada, warga mengurangi beraktivitas di luar rumah.

Upaya pemadaman lahan yang terbakar dilakukan lewat jalur darat dan udara, namun belum maksimal memadamkan lahan gambut yang terbakar.

Baca: Musuhi Nikita Mirzani, Poppy Kelly Malah Tak Diakui Anak Elza Syarief, Alasan Seteru Hotman Paris?

Baca: Misteri Iko Uwais Perankan si Buta dari Gua Hantu, Sohib Joe Taslim & Timo Tjahjanto Kompak Begini

Baca: PB Djarum Hentikan Audisi Bibit Bulutangkis, Ini Profil Ketua KPAI yang Banyak Disorot Publik

Baca: Doa Buka Puasa Asyura 10 Muharram 1441 H, selasa (10/9/2019), Simak Juga Niat Puasa Ayyamul Bidh

Udara Palangkaraya tidak sehat.

Sementara itu, sekitar 300 orang pelajar dan warga Palangkaraya, melakukan salat istisqo meminta hujan kepada Allah taala dengan pengamanan Personel Polsek Bukitbatu yang digelar di lapangan Gelora Banturung di Jalan Tjilik Riwut Km. 32, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukitbatu, Palangkaraya, Selasa (10/9/2019) pukul 05.40 WIB pagi.

Salat Istisqo tersebut dihadiri oleh tokoh agama, guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN), siswa MTSN, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), dan masyarakat Kecamatan Bukitbatu.

Kapolsek Bukitbatu mengatakan, pengamanan yang dilakukan oleh personel pada salat Istisqo bertujuan untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran.

“Kita amankan kegiatan masyarakat ini karena lapangan tempat salat Istisqo berada di pinggir jalan utama sehingga perlu penjagaan dan pengaturan agar semua berjalan lancar dan aman.” ujar Ipda Ahmad Wira Wisudawan.

Salah seorang panitia pelaksana salat Istisqo, mengatakan, kegiatan salat tersebut sebagai upaya untuk menghentikan kebakaran lahan dengan memohon turunnya hujan dari Alah taala.
“Kami prihatin dengan semakin meluasnya kebakaran lahan dan semakin pekatnya asap akibat kebakaran. Dengan melakukan salat ini semoga Allah Taala menurunkan hujan untuk memadamkan kebakaran lahan," ujarnya.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved