Opini Publik

Membangun Destinasi Wisata Kota Banjarmasin

Dan salah satu yang menjadi daya tarik luar biasa pariwisata bagi Banjarmasin adanya julukan Banjarmasin sebagai kota seribu sungai.

Membangun Destinasi Wisata Kota Banjarmasin
edi nugroho
Hebohnya suasana Pasar Terapung di jantung Kota Banjarmasin. 

Oleh: H Hesly Junianto SH MH
Mantan Kadisbudpora Kota Banjarmasin

Berdasarkan hikayat Kota Banjarmasin, konon katanya asal usul penghuni/penduduk dipengaruhi budaya dari Keling-India, yang dimulai dari Empu Jatmika dengan puteranya Lambung Mangkurat, makanya berimbas pada anak cucunya sampai sekarang, suka berdagang selain itu suka nonton film India.

Kebenaran tentang hikayat tersebut tidak perlu diperdebatkan karena selain hanya salah satu sebuah “Hikayat”, juga ada baiknya para ahli sejarah dan budaya Banjar lebih jauh untuk mengkajinya.

Kota Banjarmasin sampai detik ini masih sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan dengan usia 493 tahun, jadi kalau ibarat rumah tua tentunya hanya para tukang sarat pengalaman yang dapat merenovasi rumah tua karena salah paku saja bisa runtuh rumahnya karena banyaknya yang sudah “Jabuk” dan salah-salah tukangnya bisa “tabarusuk”.

Selain faktor usia yang sangat tua tersebut Kota Banjarmasin posisinya sangat strategis walaupun tidak mempunyai sumber daya alam yang berlimpah. Tapi dari sektor jasa kalau dikelola dengan sungguh-sungguh, transparan dan akuntabel tentunya sangat menjanjikan dan akan menambah pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah yang sangat menggairah bagi kesejahteraan dan kemajuan Kota Banjarmasin.

Kondisi itu karena Kota Banjarmasin dari awal diarahkan sebagai dimensi kota perdagangan, kota pelabuhan, kota pariwisata dan kota pendidikan. Memang sebelum Pusat Pemerintahan Kalsel dipindahkan ke Kota Banjarbaru dapat dikatakan Banjarmasin juga mempunyai dimensi kota pemerintahan.

Dari sekian dimensi kota yang disandang Kota Banjarmasin, maka yang menjadi fokus dalam tulisan ini hanyalah Banjarmasin sebagai dimensi Kota Pariwisata, karena kegiatan wisata itu memberikan dampak ganda multiplier effect atau dapat menumbuhkan berbagai usaha mulai dari transportasi, akomodasi, perhotelan, biro perjalanan, cenderamata, pusat oleh-oleh/kuliner yang ujung-ujungnya akan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat baik dipedesaan dan diperkotaan.

Potensi Wisata dan Sapta Pesona
Secara kasat mata Kota Banjarmasin sangat handal untuk masuk industri wisata di tanah air ini karena dari hulu dan hilirnya mengandung potensi berbagai bentuk wisata yang dapat dikembangkan antara lain :
Wisata Alam; Susur sungai Martapura, pasar terapung, rumah lanting dan permainan di air. Wisata Religius; Ziarah makam, pengajian-pengajian majelis taklim dan masjid-masjid. Wisata Pendidikan; Museum, rumah-rumah Banjar kuno, pembuatan perahu / jukung, pembuatan tajau dan sebagainya.
Wisata Kuliner; Soto Banjar, seribu macam kue tradisional. Wisata Budaya; Kain sasirangan, musik tradisional, pertunjukan / tarian tradisional dan taman budaya. Wisata Belanja; Pasar-pasar tradisional dan modern.

Potensi-potensi ini bukan hanya menjadi kebanggaan saja tapi perlu adanya azas manfaat bagi pemerintah maupun masyarakatnya juga bukan hanya banyaknya desa wisata dibangun begitu saja tanpa ada kesiapan masyarakat dan pemerintah untuk menghayati sekaligus mengaplikasikan dalam program wisata yang dikenal dengan Sapta Pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan).

Sapta Pesona merupakan kunci untuk maju dan berkembangannya destinasi wisata, maka pemahamannya betul-betul di masyarakatkan sehingga keinginan menjadikan Kota Banjarmasin sebagai kota pariwisata bukan hanya menjadi mimpi-mimpi di setiap program wali kota yang satu ke wali kota lainnya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved