Bisnis dan Ekonomi

Miliki Sejarah Ekonomi Syariah yang Besar, Banjarmasin didapuk Menjadi Tuan Rumah Fesyar-KTI 2019

Kalsel tepatnya Banjarmasin, menjadi tuan rumah penyelenggara event Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Kawasan Indonesia Timur (KTI) 2019

Miliki Sejarah Ekonomi Syariah yang Besar, Banjarmasin didapuk Menjadi Tuan Rumah Fesyar-KTI 2019
banjarmasinpost.co.id/mariana
Acara Video Conference persiapan jelang Fesyar-KTI 2019, di KPw BI Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kalimantan Selatan (Kalsel) tepatnya Banjarmasin, menjadi tuan rumah penyelenggara event Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Kawasan Indonesia Timur (KTI) 2019 yang bakal berlangsung pada 12-14 September 2019.

Di Banjarmasin, nantinya Fesyar-KTI 2019 akan digelar di tiga lokasi berbeda. Yakni Duta Mall, Pondok Pesantren Darul Hijrah Kabupaten Banjar, dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kalsel Herawanto mengungkapkan, terpilihnya Kalsel sebagai tuan rumah tidak terlepas dari akar sejarah sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di nusantara.

"Merujuk pada kajian sejarah Kalsel, Suku Banjar merupakan sub etnis yang berasal dari Melayu pesisir yang mendiami wilayah Kalsel. Islam merupakan landasan budaya dan identitas komunitas orang Banjar. Kehadiran konsep ekonomi syariah di masyarakat Banjar sudah tidak asing karena berkaitan dengan nilai-nilai atau ajaran agama Islam. Seperti yang umum dilakukan setiap hari dalam transaksi jual beli adanya akad, si penjual ucapkan jual, dan pembeli ucapkan beli," paparnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Dinar Candy Sebut Ada Video Youtuber dan Seorang Wanita Saat Bebby Fey Diduga Tuduh Atta Halilintar

Baca: Kunjungi Rumah Noviyanti Korban Baku Tembak, Bupati Sukamta Minta Keluarga Tabah dan Ikhlas

Baca: Asetnya Telah Dilimpahkan Kementerian, Pasar Cempaka Segera Dikerjakan, Ditarget 2019 Akhir Siap

Baca: Kehilangan Pekerjaan, Koperasi TKBM di Kalsel Minta Operasional Floating Crane Dikembalikan

Bersama Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi Rahmat Dwi Saputra dan Pejabat Ahli Ekonomi Dadi Esa Cipta, Herawanto memaparkan persiapan Fesyar-KTI 2019 melalui sambungan video conference bersama awak media dan 19 KPw BI se Indonesia.

Ditambahkannya, potensi di Kalsel terbilang besar untuk mengembangkan ekonomi syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Selain melaui Fesyar, Herawanto menyebut upaya BI dalam pengembangan sektor ekonomi ayariaj sejauh ini merangkul para pengusaha lokal yakni membina hingga membantu memasarkan produk halal hingga menjadi industri halal yang berdaya saing dan bernilai komersil serta bermanfaat bagi masyarakat.

Pihak-pihak yang terlibat dalam event Fesyar-KTI, tidak hanya BI namun juga Pemerintah Provinsi Kalsel, Komite Nasional Ekonomi Syariah, pelaku UMKM, dan lapisan masyarakat.

Baca: Video Simon Out Digaungkan Supporter Garuda di GBK, Skor Akhir Timnas Indonesia vs Thailand 0-3

Baca: Kembangbiakan 1.000 Anak Sapi, Pengurus Baznas Kalsel Tinjau 6 Hektare Lahan di Kurnia

Baca: Akhirnya Roger Danuarta dan Cut Meyriska Bulan Madu Setelah Temani Marcella Simon

"Perbedaan dari penyelenggaraan sebelumnya, Fesyar-KTI 2019 bersifat inklusif artinya tidak hanya untuk segelintir orang, suku, ras, agama, dan kelompok tertentu namun untuk seluruh lapisan masyarakan dan semua golongan," imbuhnya.

Diperkirakan ada 300 peserta ikut dalam FESyar-KTI 2019 yang digelar pada 12-14 September. Video Conference sendiri diikuti seluruh perwakilan dari Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved