Kriminalitas Kalteng

JPU Tuntut 18 Bulan Penjara pada Terdakwa Penggarap Lahan Sawit Tanpa Izin di Kapuas Barat

Sidang kasus perseorangan yang menggarap lahan sawit tanpa izin di Kapuas Barat dengan terdakwa Muhamad Punding Jahari kembali digelar.

JPU Tuntut 18 Bulan Penjara pada Terdakwa Penggarap Lahan Sawit Tanpa Izin di Kapuas Barat
banjarmasinpost.co.id/m fadli setia rahman
Sidang tuntutan dengan terdakwa Muhamad Punding Jahari di Pengadilan Negeri (PN) Kualakapuas, Rabu (11/9/2019) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Sidang kasus perseorangan yang menggarap lahan sawit tanpa izin di Kapuas Barat dengan terdakwa Muhamad Punding Jahari kembali digelar.

Kali ini, Rabu (11/9/2019), agenda sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kualakapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) yakni tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang digelar di Ruang Cakra, dipimpin Hakim Ketua, Putu Endru Sonata. Dihadiri oleh terdakwa Muhamad Punding Jahari didampingi pengacara nya, Wilson Sianturi.

Sidang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB, dengan JPU Supritson dan Wiwik. Dibacakanlah draft tuntutan dari JPU, yang menyatakan terdakwa Muhammad Punding terbukti secara sah, dan meyakinkan bersalah secara tidak sah yang mengerjakan menggunakan menduduki dan atau menguasai lahan perkebunan.

Baca: BERLANGSUNG Live Streaming Persipura vs Persija Jakarta Liga 1 2019, Susunan Pemain Live Indosiar

Baca: BREAKING NEWS! INNALILAHI Presiden RI ke 3 BJ Habibie Meninggal Dunia di RSPAD Jakarta

Baca: Kata-kata Melanie Subono Setelah Kabar Duka BJ Habibie Meninggal Dunia, Sebut Tentang Keabadian

Sebagaimana diatur dalam pasal 107 huruf (a) jo pasal 55 huruf (a) Undang-Undang RI nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan.

Dalam pertimbangan yang memberatkan, JPU menyatakan perbuatan terdakwa berpotensi menimbulkan kerugian negara, akibat tidak dibayarnya pajak dan lainnya, lalu meresahkan masyarakat.

Sedangkan hal meringankan terdakwa yakni belum dihukum, bersikap sopan selama proses persidangan, terdakwa mengakui, menyesali, dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya.

"Dengan ini kami menuntut saudara Muhammad Punding Jahari dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan dengan perintah segera ditahan," kata JPU.

Dalam tuntutan JPU juga dijelaskan bahwa terdakwa Muhammad Punding Jahari dalam mengelola lahan perkebunan di Kelurahan Mandomai Kecamatan Kapuas Barat Kabupaten Kapuas, berkerjasama dengan Saksi Timbul Sinaga yang disebutkan ikut memberikan modal untuk kegiatan pengelolaan kebun kelapa sawit.

Adapun, luas area lahan perkebunan dikelola terdiri dari penanaman seluas 278 hektare, pembibitan empat hektare, dan pembersihan lahan (land clearing) seluas 50 hektare di atas lahan sekitar 1.300 hektare.

Atas tuntutan JPU tersebut, terdakwa Muhammad Punding Jahari melalui pengacara nya, Wilson Sianturi mengatakan akan mengajukan pembelaan tertulis pada sidang lanjutan, Selasa (17/9/2019) mendatang.

"Kami akan ajukan pembelaan tertulis, karena tuntutan tidak sesuai dengan yang diharapkan," kata Wilson Sianturi. (banjarmasinpost.co.id/ady)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved