Berita Banjarmasin

Kanwil DJPb Kalsel Berikan Penghargaan Kepada 6 Satker Terbaik Periode Semester I 2019

Enam satuan kerja (Satker) kuasa pengguna anggaran di lingkup Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dapatkan penghargaan dari Kantor Wilayah

Kanwil DJPb Kalsel Berikan Penghargaan Kepada 6 Satker Terbaik Periode Semester I 2019
Banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kakanwil DJPb Kalsel, Usdek Rahyono berikan penghargaan pada Satker pengguna anggaran terbaik Semester I 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Enam satuan kerja (Satker) kuasa pengguna anggaran di lingkup Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dapatkan penghargaan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalsel.

Penghargaan diberikan kepada Satker-Satker terbaik tak hanya pada sisi penyerapan anggaran tapi juga kesesuaian terhadap regulasi dalam merealisasikan anggarannya pada Rakor Daerah Pelaksanaan Anggaran Semester II Tahun Anggaran 2019, Rabu (11/9/2019).

Penghargaan yang dibagi menjadi dua kategori ini didasarkan atas penilaian bobot Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) masing-masing satker pada Pelaksanaan Anggaran Semester I Tahun 2019.

Peraih penghargaan kategori pengelola anggaran berpagu di bawah Rp 50 miliar didapatkan Satker KPPN Banjarmasin, KPPN Tanjung dan Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin dengan bobot IKPA masing-masing 100.

Baca: BEREDAR Video Pixel 4 yang Diarahkan ke Langit Malam atau Mode Foto Astrophotography

Baca: KABAR TERKINI Presiden ke-3 RI, Quraish Shihab: Pak Habibie Mendengar & Memahami yang Saya Ucapkan

Baca: Mitha The Virgin Keluar dari Republik Cinta Management (RCM), Begini Tanggapan Ahmad Dhani

Sedangkan pada kategori pengelola anggaran berpagu di atas Rp 50 miliar diraih LLPTW XI Banjarmasin dengan bobot IKPA 98,61, Polres Tanah Laut dengan bobot IKPA 98,57 dan Polres Kotabaru dengan bobot IKPA 98.

Plakat Penghargaan diserahkan langsung oleh Kakanwil DJPb Provinsi Kalsel, Usdek Rahyono kepada masing-masing Perwakilan Satker.

"Ini harus menjadi pemacu juga bagi Satker yang lain supaya bisa juga meraih penghargaan serupa," kata Usdek.

Dijelaskan Usdek, sejak Tahun Anggaran 2015 Kementrian Keuangan menerapkan penilaian kualitas anggaran Satker dari empat aspek utama yaitu kesesuaian penggunaan anggaran dengan perencanaan, efektifitas, efisiensi dan kepatuhan terhadap regulasi.

Dimana dari aspek-aspek tersebut diturunkan menjadi dua belas indikator pembobotan IKPA diantaranya termasuk penyerapan, ketepatan penyampaian data kontrak, tidak adanya retur dan ketepatan pengajuan SPM.

Hal ini menurutnya menjadi cara Kementrian Keuangan untuk tak hanya menggenjot angka penyerapan anggaran dari masing-masing Satker, tapi juga tetap menjaga dan meningkatkan kualitas anggaran yang digunakan.

Usdek mengapresiasi Satker-Satker di lingkup Provinsi Kalsel yang jumlahnya lebih dari seratus Satker bisa bukukan bobot rata-rata IKPA mencapai 94.

Namun Usdek ingatkan para Satker sebagai kuasa pengguna anggaran untuk percepat realisasi penyerapan anggaran.

Pasalnya, memasuki Bulan September yang juga Bulan terakhir di Triwulan III Tahun 2019, masih cukup banyak Satker yang realisasi penyerapan anggarannya mencapai 60 persen.

"Kepada masing-masing Satker ayo disusun strategi untuk mempercepat penyerapan ini di sisa waktu Bulan September paling tidak sampai 60 persen," kata Usdek.

Hingga penghujung Semester I Tahun 2019 lalu, realisasi penyerapan anggaran Satker di lingkup Provinsi Kalsel mencapai Rp 3,536 triliun atau 36,32 persen dari pagu Rp 9,73 triliun. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved