Kriminalitas Kotabaru

Kasus Penggelapan Dana Desa di Kotabaru Berdampak, Sejumlah Bangunan Desa Tatah Mekar Terbengkalai

Lama tak ada kabar kelanjutan kasus dugaan penggelapan dana desa di Desa Tatah Mekar Kecamatan Tanjung Selayar Kabupaten Kotabaru, kini mulai

Kasus Penggelapan Dana Desa di Kotabaru Berdampak, Sejumlah Bangunan Desa Tatah Mekar Terbengkalai
Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat
Kajari Kotabaru Haryoko Ari Prabowo dan Kasi Pidsus Armein Ramdhani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Lama tak ada kabar kelanjutan kasus dugaan penggelapan dana desa di Desa Tatah Mekar Kecamatan Tanjung Selayar Kabupaten Kotabaru, kini mulai terdengar lagi.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 19 September 2018, hingga kini belum tahap pelimpahan atau tahap P21. Kepala Desa Tatah Mekar yang berinisial ABD ini tidak ditahan karena terbilang koperatif.

Tersangka diduga melakukan penyalahgunaan dana desa atau penggelapan dana desa itu ditangani unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Kotabaru.

Akibatnya, sejumlah bangunan desa tak selesai karena sudah kehabisan dana. Padahal, pembangunan dan pengeluaran tak sebanding dengan bangunan yang ada.

Baca: Skor Sementara 1-0 Indonesia Unggul! Hasil Timnas U-19 Indonesia Vs Iran Laga Ujicoba, Gol Zico

Baca: Vincent Ungkap Kebiasaan Buruk dan Jorok Dian Sastrowardoyo, Suka Tempatkan Upil di Bawah Meja

Baca: Siaran Langsung Trans 7 MotoGP San Marino 2019 - Marquez Tak Mau Ditikung 3 Kali, Siap Duel Sengit

Beberapa bangunan yang tak selesai di antaranya berupa penyediaan bibit usaha ternak, pembangunan kandang kelompok Sinar Sejahtera dan Saweri Gading, hingga peningkatan sekolah diniah.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kotabaru Iptu Imam Wahyu Pramono SIK mengatakan berkasnya sudah lengkap dan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kotabaru.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru Haryoko Ari Prabowo didampingi Kasi Intel Agung Nugroho dan Kasi Pidana Khusus, Armein Ramdhani, Saat ditemui diruangannya, Rabu (11/9/19) mengatakan baru sekitar dua hari lalu berkas diterimanya dari Polres Kotabaru.

"Berkasnya baru saya terima sekitar dua hari lalu. Setelah berkasi ini diterima, nantinya Pidsus akan memberikan petunjuk dan menilai layak atau tidak layaknya untuk naik ke persidangan, " katanya.

Dia menjelaskan, bila berkasnya tidak lengkap akan diberikan petunjuk kepada pihak kepolisian yang disebut dengan P18. Petunjuk tersebut berkaitan untuk melengkapi kelengkapan yang kurang untuk disidangkan.

"Nanti akan diperiksa dulu oleh Pidsus apakah layak atau tidak layak untuk dilanjutkan, " katanya.

Tersangka yang merupakan Kepala Desa Tatah Mekar ini setelah dihitung kerugian negaranya mencapai Rp 98 juta. Berkasnya akan dipelajari lagi untuk tahap selanjutnya.

"Pada intinya, kita akan tegasi. Sebab bangunan yang tidak selesai jelas menganggu dan memperlambat perputaran ekonomi masyarakat sekitarnya dan merugikan serta memperlambat pembangunan daerah, " tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved