Berita Banjarmasin

Menjadi Tuan Rumah CSS XIX, PD PAL Banjarmasin Menjadi Unggulan

Pada 23 September 2019 mendatang sepertinya akan menjadi hari istimewa sekaligus bersejarah bagi kota Banjarmasin.

Menjadi Tuan Rumah CSS XIX, PD PAL Banjarmasin Menjadi Unggulan
banjarmasinpost.co.id/abdul ghanie
Wali kota Banjarmasin H Ibnu Sina saat menyampaikan rangkaian hari puncak harjad kota Banjarmasin dan CSS XIX, 23 September mendatang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pada 23 September 2019 mendatang sepertinya akan menjadi hari istimewa sekaligus bersejarah bagi kota Banjarmasin.

Pasalnya, tak hanya memperingati hari jadinya ke 493 tahun saja, melainkan kota berjuluk seribu sungai juga akan menjadi tempat berkumpulnya sekitar 492 bupati dan wali kota se Indonesia.

Ya, itu menyusul telah ditunjuknya Kota Banjarmasin sebagai tuan rumah pada pelaksanaan City Sanitation Summit (CSS) ke XIX saat di Jambi 2018 silam.

Membahas sejumlah persoalan sanitasi, pengelolaan air bersih hingga limbah oleh kabupaten dan kota se Indonesia, tak terkecuali Banjarmasin yang menjadi percontohan.

Baca: Klasemen Liga 1 2019 Seusai Hasil Persipura vs Persija 2-0 & PSM vs PSIS 0-1, Bali United di Puncak

Baca: Sebelum Tewas Didor Petugas, Penambak Polisi Ini Sempat Minta pada Kakaknya untuk Mandi Taubat

Baca: Ungkapan Duka Selebritis Setelah Kabar BJ Habibie Meninggal, dari Syahrini hingga Maia Estianty

Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina mengatakan adapun salah satu pengelolaan sanitasi yang dimiliki kota Banjarmasin namun tidak dimiliki daerah lain ada perusahaan daerah (PD) PAL.

Karena bila umumnya daerah lain justru telah menyatukannya pada perusahaan daerah air minum (PDAM), Kota Banjarmasin justru masih mempertahankannya.

Sedangkan alasannya mempertahankan PD PAL tersebut tetap berdiri hingga saat ini karena bagian bentuk kepedulian pemerintah Kota Banjarmasin terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Selain itu, mengingat demografi kota Banjarmasin yang berada 25 sentimeter di bawah permukaan air laut, ini tentu juga menjadi masalah terhadap pengelolaan drainase.

"Nah, poin-poin seperti inilah yang nanti akan dibahas pada pertemuan nanti. Selain itu, pengelolaan sanitasi di samping air bersih, air limbah juga masuk dalam satu dari 17 target SDG (sanitation Development Goals), " jelasnya.

Sehingga targetnya, Kementerian Bappenas bisa mensosialisasikan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) supaya menjadi patokan disusunnya RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) masing-masing Kabupaten dan Kota di Indonesia.

Sedangkan dipilihnya kota Banjarmasin Direktur Eksekutif AKKOPSI, Josrizal Zain sebagai tuan rumah penyelenggara CSS bukan masalah kesepakatan saja. Melainkan karena terobosannya dalamnya mengelola sanitasi dan limbah.

" Sama dengan Jambi, saat menjabat tuan rumah CSS tahun lalu. Hanya saja tiap-tiap daerah memiliki kriteria-kriteria sendiri dalam menciptakan terobosannya tersebut," jelasnya. (Gha)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved