Berita Batola

Sudah Tak Tahan Terpapar Debu Batu Bara, Warga Empat Desa Ngadu ke Bupati Batola

Warga empat yakni Desa Rumpiang, Bagus, Baliuk dan Penghulu, serta warga RT 8 hingga RT 13 Kelurahan Marabahan, Kecamatan Marabahan mengadu ke Bupati

Sudah Tak Tahan Terpapar Debu Batu Bara, Warga Empat Desa Ngadu ke Bupati Batola
Akbar untuk Banjamasinpost.co.id
Warga empat desa Kelurahan Marabahan, Kecamatan Marabahan Kabupaten Batola, mengadu ke Bupati Batola Hj Normilyani, Rabu (11/9/19). Mereka bertemu perwakilan PT Talenta Bumi dengan dimediasi Noormiliyani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Warga empat yakni Desa Rumpiang, Bagus, Baliuk dan Penghulu, serta warga RT 8 hingga RT 13 Kelurahan Marabahan, Kecamatan Marabahan mengadu ke Bupati Batola Hj Normilyani, Rabu (11/9/19).

Mereka berkeluh kesah karena paparan debu dari dermaga stockpile batu bara PT Talenta Bumi yang mengenai lingkungan tempat tinggal mereka. Suryadi, salah seorang warga Desa Bagus, menyatakan selama ini debu batu bara dari perusahaan tersebut mengotori lantai rumah warga dan karamba ikan.

“Sejumlah ikan mati karena diduga memakan debu batu bara terus menerus. Rumah juga selalu kotor debu batu bara” ujar Budi.

H Mahali SH MIP, Ketua LSM Pusat Pengkajian Pembangunan Daerah dalam pertemuan dengan perwakilan PT Talenta di ruang Bupati Batola Hj Normiliyani, mengutarakan posisi desa yang terkena debu batu bara hanya dibatasi Sungai Barito tersebut adalah Rumpiang, Bagus, Baliuk dan Penghulu, serta warga RT 8 hingga RT 13 Kelurahan Marabahan.

“Nah, di antara kesemua kawasan, RT 13 Kelurahan Marabahan dan Penghulu paling dekat dengan dermaga,” katanya.

Mahali menyatakan dasar tuntutan warga adalah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Diharapkan, PT Talenta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan meminimalisir dampak buruk dari penyebaran debu batu bara, terutama selama kemarau.

Baca: Di TKP Penangkapan Pelaku Penembak Polisi, Petugas Temukan Senjata Laras Panjang & Selongsong Peluru

Baca: BREAKING NEWS Gadis Belia di HSS Ini Ditemukan Tergantung Pakai Tali Kerudung di Rumahnya

Baca: BJ Habibie Meninggal Dunia, Ini Fakta Percintaan Presiden ke 3 RI dengan Hasri Ainun Istrinya

LSM Pusat Pengkajian Pembangunan Daerah melalui surat tuntutan itu meminta Menteri Lingkungan Hidup, Gubernur dan Bupati mengevaluasi izin operasional perusahaan yang berpotensi mencemari lingkungan.

“Apalagi saat musim kering seperti ini. Debu batu bara beterbangan ke rumah warga saat pihak perusahaan melakukan pengisian batubara ke tongkang,” katanya.

Bupati Hj Noormiliyani AS dalam rapat mediasi tersebut meminta ada pengujian ulang dari untuk kualitas udara. Hasil pengujian itu kemudian menjadi acuan pengambilan langkah selanjutnya. Sebab, tanpa hasil pengujian laboratorium, Pemkab Batola belum bisa menyebut PT Talenta menjadi penyebab utama penyebaran debu.

“Bisa saja debu itu dihasilkan tongkang-tongkang batu bara lainnya yang lewat. Pemkab Batola tidak mungkin mencabut hak seseorang atau korporasi tanpa acuan yang jelas.,” kata Normiliyani.

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved