Kriminalitas Tapin

Terpidana Korupsi Proyek Alkes RSUD Datu Sanggul Rantau Pambudi Buwono Diciduk di Kota Semarang

Terpidana kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Tapin, Kalsel, Pambudi Buwono (63) ditangkap jaksa pada Kejaksaan Negeri Tapin, Selasa (10/9/2019).

Terpidana Korupsi Proyek Alkes RSUD Datu Sanggul Rantau Pambudi Buwono Diciduk di Kota Semarang
(Humas Kejari Tapin)
Terpidana kasus tindak pidana korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) RS Datu Sanggul Tapin, Pambudi Buwono (kaus kuning) menandatangi berita acara eksekusi putusan Mahkamah Agung pada 2017 lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Terpidana kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Pambudi Buwono (63) ditangkap jaksa pada Kejaksaan Negeri Tapin, Selasa (10/9/2019).

Penangkapan itu berdasarkan eksekusi yang dilakukan jaksa sebagai tindak lanjut dari turunnya putusan MA RI No : 1545 K/Pid.Sus/2017 tanggal 06 Desember 2017.

Putusan Mahkamah Agung itu menyatakan terdakwa Pambudi Buwono Bin A.S.Mustaman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan penjara selama lima tahun dan denda Rp 200 Juta subsider 6 bulan kurungan, apabila tak mampu membayar denda.

Baca: Penerbangan Pagi di Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru Membaik, Asap Tak Setebal Hari Kemarin

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id dari Humas Kejaksaan Negeri Tapin, proses penangkapan dilaksanakan Sajimin, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus bersama Alfano Arif Hartoko Kepala Seksi Intelijen pada Kejaksaan Negeri Tapin.

Dua jaksa eksekutor itu sangat beruntung. Begitu terbang dari Bandara Syamsuddin Noor menuju Semarang, langsung bertemu dengan terpidana.

Terpidana, kasus korupsi pengadaan Alkes RS Datu Sanggul Tapin, Pambudi Buwono mengenakan rompi dikawal ketat jaksa eksekutor di Kejari Tapin
Terpidana, kasus korupsi pengadaan Alkes RS Datu Sanggul Tapin, Pambudi Buwono mengenakan rompi dikawal ketat jaksa eksekutor di Kejari Tapin ((Humas Kejari Tapin))

Padahal, terdakwa sempat mangkir dua kali dipanggil untuk menjalni putusan Mahkamah Agung dan kabarnya berencana pindah ke Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, mengikuti tempat asal istri terdakwa.

Humas Kejaksaan Negeri Tapin, Alfano Arif Hartoko menjelaskan terpidana Pambudi Buwono, dieksekusi karena dianggap mangkir setelah dipanggil oleh Jaksa Eksekutor sebanyak dua kali tidak memenuhi panggilan.

"Perlu waktu tiga jam, Jaksa eksekutor pada Kejaksaan Negeri Tapin menciduk terpidana kasus tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan alat kesehatan RSUD Datu Sanggul Rantau senilai Rp 270 juta," katanya.

Baca: Isi Dompet Hotman Paris Dibongkar Atta Halilintar, Seteru Farhat Abbas dan Elza Syarief Tegang

Jaksa harus terbang ke Semarang menjemput terpidana di Jalan Pondok Bukit Agung No.S3 Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, sekitar pukul 14.30 Wita.

"Rencananya terpidana bersama dengan isterinya akan meninggalkan Kota Semarang untuk pindah ke Kota Malang, Jawa Timur dimana isteri terpidana berasal," ujar Alfano Arif Hartoko kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Rabu (11/9/2019).

Pertimbangan kemanusian dan usia terpidana, terpidana hanya hidup berdua dengan istrinya di Semarang, akhirnya jaksa menitipkan terpidana Pambudi Buwono menjalani eksekusi di Lapas Kedungpane, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. (banjarmasinpost.co.id/ Mlmukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved