Berita HSS

Angkutan Sungai Semakin Ditinggalkan, Isun Bertahan Jadi Nakhoda Kapal Jurusan Nagara-Banjarmasin

Angkutan sungai kapal di Nagara atau wilayah Daha, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)dulunya menjadi sarana transportasi andalan masyarakat

Angkutan Sungai  Semakin Ditinggalkan, Isun Bertahan Jadi Nakhoda Kapal Jurusan Nagara-Banjarmasin
Banjarmsinpost.co.id/hanani
Kapal Kamila dan Makhlufi yang sedang tambat di Dermaga Nagara, Kamis (12/9/2019). Kapal tersebut berlayar dua kali dalam satu minggu yaitu Senin dan Jumat, untuk Rute Nagara-menuju Pelabuhan Pasar Lima Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Angkutan sungai, yaitu kapal di Nagara atau wilayah Daha, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dulunya menjadi sarana transportasi andalan masyarakat. Namun, seiring berkembangnya fasilitas transportasi darat , baik akses jalan maupun kendaraan bermotor sarana transportasi tersebut kian ditinggalkan.

 Pantauan banjarmasinpost.co.id, di Dermaga Nagara, Kecamatan Daha Selatan, Kamis (12/9/2019), hanya ada dua kapal besar yang sandar. Kapal tersebut operasional melayani rute Nagara-Banjarmasin.

Kapal  diberi nama Karmila dan satunya lagi Makhlufi, berlayar mengarungi sungai hanya dua kali dalam satu minggu, yaitu Senin dan Jumat.

 “Berlayarnya, sejak pukul 13.00 wita, biasanya sampai ke Pelabuhan Pasar Lima Banjarmasin pada pukul 08.00 Wita esok harinya,”ungkap Isun, yang sudah puluhan tahun menjadi nakhoda kapal Karmila.

Baca: Belasan Hektare Kebun Karet Terbakar di Suato Tatakan Tapin Selatan

Baca: Foto Pose Ayu Ting Ting dengan Bule Filipina Jadi Sorotan, Teman Ivan Gunawan Sampai Julurkan Lidah

Baca: Tertangkap di Kalsel, Dua Sindikat Curat Nasabah BCA Dibawa ke Palangkaraya

Baca: Jadwal MotoGP San Marino 2019 Live Trans7, Seniman Langganan Valentino Rossi Siapkan Dekorasi Khusus

Kapal yang dinakhodai Isun dan dua rekannya Uji dan Saripudin (pemilik kapal)  tersebut berkapasitas maksimal 100 ton. Selain mengangkut barang, juga mengangkut penumpang.

 Adapun panjang kapal, 25 meter dengan lebar tujuh meter tersebut lebih sering mengangkut barang berupa hasil bumi. Seperti umbi, semangka, jagung , sayuran lainnya, serta hasil kerajinan gerabah.

Sedangkan dari Banjarmasin, barang yang diangkut lebih sering barang dagangan baik berupa kebutuhan pokok maupun jenis lainnya seperti besi, untuk memenuhi kebutuhan perajin di Nagara.

 Isun mengakui, untuk penumpang tinggal sedikit yang menggunakan trasportasi sungai, karena waktu tempuh yang cukup lama, yaitu 19 jam dibanding lewat darat.

Padahal, tarif angkutan sungai masih sangat murah, yaitu Rp 20 ribu per orang. Isun mengatakan, untuk mengarungi sungai  pulang pergi, diperlukan bahan bakar solar 400 liter, atau dua drum.

 Isun sendiri sebagai nakhoda hanya membawa pulang Rp 150 ribu untuk berlayar PP, plus tambahan tips dari pedagang yang kadang memberikan tambahan Rp 25 ribu per pedagang.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved