Berita Kotabaru

Kajari Kotabaru: Kasus Pasar Serongga Berlanjut, Kerugian Negara Sekitar 2 Miliar

Dua tersangka telah ditetapkan Kejaksaan Negeri Kotabaru terkait proyek pembangunan Pasar Serongga yang ada di Desa Tegol Rejo

Kajari Kotabaru: Kasus Pasar Serongga Berlanjut, Kerugian Negara Sekitar 2 Miliar
Banjarmasinpost.co.id/Man Hidayat
Kajari Kotabaru Haryoko Ari Prabowo dan Kasi Pidsus Armein Ramdhani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Dua tersangka telah ditetapkan Kejaksaan Negeri Kotabaru terkait proyek pembangunan Pasar Serongga yang ada di Desa Tegol Rejo Kecamatan Kelumpang Hilir Kabupaten Kotabaru.

Bangunan yang seharusnya sudah bisa dimanfaatkan justru tak bermanfaat sama sekali bagi masyarakat. Bahkan, kondisi bangunan yang ada justru menghambat perekonomian masyarakatnya.

Hingga saat ini BPKP telah mengeluarkan hasil kerugian negaranya. Kerugian negara yang ditimbulkan cukup besar yakni sekitar 2 miliar lebih. Kasus pasar Serongga ini pun sudah berproses dan ditangani Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kotabaru.

Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru Haryoko Ari Prabowo didampingi Kasi Pidsusnya, Armein Ramdhani dan Kasi Intel Agung Nugroho, pada Kamis (12/9/19) mengatakan kasus ini terus berjalan. Bangunan tersebut jauh dari meningkatkan perekonomian dan pembangunan daerah lantaran tak selesai.

Baca: Tak Mau Kalah Syahrini dari Luna Maya, Istri Reino Barack Tampil Setelah Teman Ayu Dewi di Sini

Baca: BOCAH LUAR BIASA, Anak Kelas 5 SD Ini Sudah Dua Tahun Rawat Ibu Tercintanya yang Stroke

Baca: Mantan istri Gading Marten, Gisella Anastasia Mengaku Bercerai Enggak Seenak Itu

"Ini sangat merugikan masyarakat karena bangunan pasar los ini tidak selesai dan dan menghambat laju perekonomian masyarakat. Program tak jalan dan tidak ada manfaatnya. Parahnya juga ternyata corcorannya itu ada plastik-plastiknya, " kata Prabowo.

Parabowo menyebutkan, proyek tersebut di 2017 dan putus kontrak pada 2017 lalu. Sangat disayangkan sebab perekonomian masyarakat sempat terhenti karena tak bisa menggunakan tempatnya, seandainya pasar itu jadi, masyarakat bisa berdagang dan sirkulasi disana bisa jalan dan perekonomian masyarakat jalan.

"Sebuah proyek tidak hanya dilihat dari proyeknya, bila selesai atau tidak selasai. Dampak perekonomian daerah jadi berdampak sistematik. Kalau seperti ini kan merugikan, " katanya.

Kontraktor dan pengawasnya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ini akan diproses sesuau aturan yang berlaku. Dia menegaskan tidak akan ada ampun bagi pelaku koruptor yang sudah merugikan banyak masyarakat.

Sekadar diketahui, saat ini sudah berproses dan permintaan keterangan ahli dari BPKP, dan intinya hasil perhitungan BPKP pada proyek pembangunan Pasar Serongga ini, total kerugian Negara sekitar 2 M lebih. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved